Kailani Ungkap Fakta Pengeroyokan Dirinya

HEADLINE, HUKRIM62 Dilihat

BANGKA — Kailani (47), seorang PNS Kabupaten Bangka, korban pengeroyokan pada Minggu pekan lalu, saat ini sedang manjalani perawatan di kediamanya.

Usai mendapatkan perawatan medis di rumah sakit selama kurang lebih 4 hari, kondisi korban saat ini terbaring lemah, serta kepala dan kakinya pun dililit perban.

Ditemui di kediaman orang tua istrinya, di Gang Raya II, Kota Sungailiat, Jum’at (28/01) siang, Kailani menceritakan kejadian yang menimpanya.

Kata Kailani, pada saat kejadian dia sedang berada di kediamannya di Desa Air Duren, Kecamatan Pemali. Tetiba datang sejumlah orang, ada yang membawa kayu hingga senjata tajam, langsung menganiaya dirinya.

Padahal pada saat itu, kata Kailani, kondisi pagar rumah dalam keadaan tertutup namun tidak dalam kondisi terkunci.

” Kejadian itu hari Minggu kemarin sekitar habis Shalat Maghriblah. Saya lagi duduk di rumah. Waktu itu rumah juga ditutup, pagar ditutup, karena waktu Maghrib. Nah, datang 8 orang, langsung mukul saya. Mereka datang serempak, buka pagar, langsung nyerang berbarengan. Bawa kayu, parang, dan pisau,” ungkapnya, sembari menahan rasa sakit.

Kailani mengenali semua wajah-wajah orang yang melakukan penyerangan terhadap dirinya. Dia menduga, penyebab terjadinya penyerangan itu lantaran sebelumnya salah satu dari terduga pelaku pernah terlibat cekcok dengan adiknya.

Namun, kejadian itu sudah sejak satu tahun lalu, dan sempat melalui proses hukum di Kepolisian, meski pada akhirnya berujung mediasi.

” Kenal semua 8 orang itu, dulu pernah ribut sama adik kami. Salah satu dari mereka itu, anaknya ngambil ikan. Mereka pendatang semua, rumah pun jaraknya sekitar 200 meter lah dari rumah kami,” bebernya.

Sisca, istri Kailani, yang melihat kejadian pengeroyokan itu, membenarkan kisah penuturan suaminya.

” Waktu kejadian, kami berdiri ditengah pintu, saya benar-benar menyaksikan,” kata Sisca.

Usai dikeroyok, kondisi Kailani yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit, guna mendapatkan perawatan medis. Kailani pun mengaku, sempat tak kuasa lagi menahan rasa sakit itu.

” Sebenarnya nggak kuat lagilah, tapi karena anak istri saya mikirin mereka dimana,” ujarnya.

Kasus itupun saat ini, dalam penanganan pihak Kepolisian Polres Bangka. Kapolres Bangka, AKBP Indra Kurniawan menyebutkan, kasus itu dalam proses penyidikan.

” Masih proses penyidikan, satu per satu sudah ditangkap,” tulisnya. (Randhu)

Tinggalkan Balasan