oleh

Kajari Apresiasi Kunjungan Kapolres Bangka

BANGKA — Kepala Kejaksaan Negeri Bangka R. Jefri Huwae, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka kepada AKBP Aris Sulistyono, Rabu (28/08/2019) pagi. Dia juga mengapresiasi kunjungan Kapolres Bangka bersama Waka Polres, Kabag Ops, dan para Kasat.

“Ini adalah bentuk sinergitas kinerja sebagai penegak hukum atau Criminal Justice System. Harapan kedepan, apa yang sudah dibentuk saat ini, menjadi motivasi supaya kedepan kita bisa lebih mengoptimalkan integritas mekanisme kinerja kita dalam bentuk yang lebih riil,” ungkapnya.

Kajari mengatakaan, dalam jajaran Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, hanya Kejaksaan Negeri Bangka yang punya cabang, yaitu Cabang Kejaksaan Negeri Bangka di Belinyu.

Menurut penilaian Kajari, saat ini kinerja kejaksaan dengan kepolisian sudah baik. Dalam artian, koordinasi-koprdinasi yang dilakukan sampai dengan saat ini masih dalam batas-batas yang baik dan tidak ada kendala.

“Saya berharap sinergitas sebagai penegak hukum antara Kejaksaan Negeri Bangka dengan Polres Bangka yang ada sekarang bisa ditingkatkan, minimal kualitasnya lebih baik lagi,” imbuhnya.

Kajari berharap dalam waktu lain, Kapolres Bangka berkenan mengundang Kejaksaan Negeri Bangka untuk bersilaturahmi di Maplres Bangka. Saling mengunjungi dalam silaturahmi, kata dia, bisa menjadi ruang untuk berbagi informasi, dan saling berkoordinasi lebih baik lagi.

“Dan kami akan sangat-sangat siap untuk ada di Polres ketika ada undangan,” ujarnya.

Sebagai Kajari, Rieke Jefri Huwae mengaku dirinya tidak anti kritik. Jika ada teman-teman yang tidak sependapat, dia senantiasa menerima.

“Karena bagi saya kritik itu baik, yang tidak baik itu protes. karena beda antara kritik dengan protes. Kritik selalu diiringi dengan solusi. Sementara protes semau-maunya saja, tanpa memberikan solusi,” kata dia.

Kajari juga berharap diakhir pertemuan ini diadakan diskusi, terkait dengan koordinasi penanganan perkara.

“Jika ada penanganan perkara yang menurut teman-teman polisi terlalu lama, bisa disampaikan ke saya. Karena saya juga tidak mengecek satu-persatu berkas perkara. Saya kira itu bukan hal yang memalukan kejaksaan atau penuntut umum, tidak! Sebab, di situlah kita saling mengkoreksi,” jelasnya.

Diharapkannya, pertemuan awal ini bukan hanya sebagai aparat penegak hukum saja, namun lebih kepada kekeluargaan. Menurutnya, dengan pertemuan ini pejabat di kedua institusi bisa jadi sahabat, bisa jadi keluarga yang saling memberikan koreksi dan koordinasi yang baik. Namun dia tidak menampik, dalam hal-hal tertentu memang ada kewenangan yang membatasi kedua institusi penegak hukum tersebut.

“Memang dalam hal-hal tertentu, memang kita dibatasi oleh kewenangan masing-masing. Tetapi dalam hal prinsip bagaimana kita mempersembahkan pengabdian kita kepada bangsa dan negara ini? Maka menjadi hal yang wajar, bahwa selalu ada ruang untuk mempertahankan kewenangan kita secara ekstrim. Tapi kita juga membuka ruang untuk diskusi, supaya kita ini bisa saling terbuka. Karena tujuan kita sebetulnya sama, yaitu mempersembahkan karya kita untuk kemaslahatan masyarakat, dan lebih luas lagi untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa ini,” demikian R. Jefri Huwae. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed