Kalau PAD Kecil, Bagaimana Mau Bangun Pangkalpinang?

HEADLINE147 Dilihat

 

PANGKALPINANG — Walikota Pangkalpinang H. Maulan Aklil, menghadiri kegiatan Sosialisasi Implementasi Sistem Monitoring Penerimaan Pajak Online, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel, Jum’at (29/03/2019) pagi di Gedung Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang.

Dalam sambutannya Maulan Aklil mengatakan, Typing Box diadakan supaya tidak ada lagi keluhan dari wajib pajak, dan tidak ada lagi kecurangan oleh oknum.
“Dengan adanya Typing Box ini, tidak ada dusta di antara kita, semua langsung terdata” ujarnya.

Kedepan, masih kata Maulan Aklil, Dia akan membuat aplikasi yang bisa mendeteksi penerimaan pajak.

“Ketika (pembayaran) masuk, saat itu juga Saya bisa lihat di Handphone Saya. Hotel – hotel yang gak bayar itu Saya langsung tahu, itu akan terdeteksi di Handphone Walikota. Jika ada staf Saya yang bermain, Saya juga langsung tahu disitu,” ungkapnya.

Dia juga berharap kebocoran – kebocoran selama ini bisa menambah Pendapatan Asli Daerah, dan bisa mengurangi kecurangan di lapangan. Dengan adanya Typing Box ini, Maulan Aklil berharap dalam pelaksanaan di lapangan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah secara terukur.

“Selama ini tidak terukur. Gimana mau terukur? Jika data yang ada dengan realita di lapangan tidak sama sekali? Oleh sebab itu, mudah – mudahan dengan adanya Typing Box ini, kami bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan datanya juga terukur,” harapnya.

Masih kata Molen, panggilan akrab Walikota Pangkalpinang itu, ada 61 hotel di Pangkalpinang. Jika diterapkan dengan Typing Box, menurutnya akan meningkatkan PAD Kota Pangkalpinang yang luar biasa.

“Bagaimana Saya bisa meningkatkan pegawai negeri dan Non PNS, jika pendapatannya kecil? Bagaimana Saya membangun Pangkalpinang, kalau penerimaan pendapatan daerah kecil? Sebetulnya, kalau ini kita garap dengan benar, tidak ada dusta di antara kita, Saya kira akan meningkatkan pajak,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Molen juga menegaskan, akan memangkas birokrasi selama masa kepemimpinannya. Dia juga bersedia menerima keluhan para pengusaha yang merasa kesulitan dalam berinvestasi dan berusaha di Pangkalpinang.

“Khusus untuk wajib pajak, hari ini moment yang baik, kami buka seluas – luasnya, supaya tidak ada dusta di antara kita. Saya jamin di zaman pemerintahan Saya, birokrasi itu saya pangkas biar mudah. Kalau ada uneg – uneg dalam berinvestasi dan berusaha, sampaikan kepada Saya,” terangnya.

Kepada Koordinator Supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi yang hadir pada kegiatan tersebut, Molen meminta untuk dibimbing agar bisa menjadikan Pangkalpinang jadi kota kebanggan di tingkat nasional maupun internasional.

“Kepada vendor dari KPK, tolong dong bimbing kami. Pangkalpinang ingin berbenah. Kami ingin jadi kota yang bisa dibanggakan secara nasional maupun internasional. Kami punya niat dan semangat, Insya Allah bisa kuat. Oleh karena itu tolong bimbing kami pak! Bimbing kami! Bimbing kami! Kami ingin bener – bener dibanggkan, mudah – mudahan ini bisa jadi lading amal untuk kita semua ,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan