oleh

Kampoeng Reklamasi Libatkan Multi Pihak

PANGKALPINANG — Dalam pengelolaan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, PT Timah Tbk juga melibatkan multi pihak dan masyarakat sekitar.

Demikian diungkapkan Anggi Siahaan, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk di ruang kerjanya, Kamis (17/9) petang.

“Yang jelas keterlibatan multi pihak, itu ada dari masyarakat sekitar. Kita berusaha juga, beberapa (komunitas) sudah yang terlibat di sana. Untuk pemanfaatannya berkomunikasi juga dengan desa. Kedepan kita akan terus untuk mengupayakan hal itu, sehingga juga bisa menjadi trigger-triger baru, khususnya untuk di masyarakat sekitar. Dan kalau bicara itu, ya tentunya Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, saya yakin sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, dibandingkan dulunya tempat itu hanya eks tambang, seperti itu saja, tidak memberikan manfaat apapun kepada masyarakat,” ungkapnya.

Masih kata Anggi Siahaan, rata-rata tanaman buah-buahan dan sayuran di Kampoeng Reklamasi sudah pernah dipanen, dan penggemukan sapi juga sudah berhasil.

“Rata-rata buah-buahan kita sudah pernah panen, sayur juga sudah pernah panen, Hydroponic juga sudah pernah panen. Untuk sapi, penggemukan dan beranak-pinak sudah berhasil. Tapi skalanya yang belum mengcover,” jelasnya.

Disinggung rencana perluasan lahan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Anggi mohon do’a agar Kampoeng Reklamasi bisa lebih representatif.

“Insya Allah, kita mohon do’anya, agar itu bisa menjadi lebih representatif tempatnya. Nanti kita bisa mengejar konsep edutaintmen itu jalan, fasilitas kita lengkapi, kemudian kalau dirasa baik itu, kedepan mungkin kita akan menggapai luasan areal di luar itu yang lebih lebar,” kata dia.

Lanjutnya, yang dilakukan di Kampoeng Reklamasi sekarang adalah treatmen air. Anggi membenarkan, bahwa dalam konsep awal Kampoeng Reklamasi ada wisata air.

“Untuk wisata air belum, makanya yang dilakukan sekarang adalah treatmen air. Sekarang Alhamdulillah, ikan sudah hidup di sana. Kita sudah bisa mancing di sana, sudah bisa ditanami ikan. Insya Allah kedepan akan kearah situ juga, wisata air. Karena memang di desain awal juga ada koq itu, konsep wisata air. Cuma bertahap,” bebernya.

Anggi kembali menegaskan, bahwa Kampoeng Reklamasi adalah bentuk kongkrit dari PT Timah sebagai pemilik konsesi, telah menerapkan good mining practice.

“Kita minta suportnya, saya rasa ini adalah bentuk konkrit dari PT Timah. Konsep awalnya adalah, sebagai pemilik konsesi, ini adalah wujud nyata bahwa PT Timah good mining practices. Bahwa dari awal menambang sampai akhir mining close, juga kita laksanakan. Contohnya bukan hanya di Air Jangkang, kita juga punya Agro Selinsing di Belitung Timur, Air Nyatoh, sebenarnya sudah banyak juga yang kita lakukan,” terangnya.

Dia membenarkan kabar Kampoeng Reklamasi akan dibangun di Cerucuk, Kabupaten Belitung.

“Cerucuk akan dilaksanakan, konsepnya juga sederhana. Ya, itu tadi. Sebagai pemilik konsesi, kita akan melakukan reklamasi,” demikian Anggi. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan