oleh

Kampung Bahari Dusun Sukal Semakin Cantik

 59 total views

BANGKA BARAT — Dusun Sukal, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok semakin indah. Dusun yang dicanangkan sebagai Kampung Bahari Nusantara oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman ini, memiliki warna baru setelah dilakukan pengecatan dermaga dan perahu nelayan pada Jum’at ( 25/6 ).

Kampung Bahari Nusantara di Dusun Sukal yang dimotori TNI AL masih terus berbenah. Salah satunya dengan kegiatan pengecatan, dimana PT. Timah, Tbk, TNI AL, dan masyarakat setempat terus bersinergi mempercantik kawasan tersebut.

Dalam kegiatan ini, PT. Timah memberikan bantuan berupa cat yang diserahkan langsung oleh Kabid Sekretariat Unmet PT. Timah, Arief Yudianto, didampingi Kabid Keamanan Unmet Rakimin, kepada Ketua Kelompok Nelayan Dusun Sukal, Karian.

Turut hadir, Danlanal Babel, Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo, Danpos AL Muntok, Kapten Yuli Prabowo, serta perwakilan Forkopimda Bangka Barat.

Danlanal, Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo sangat mengapresiasi dukungan PT. Timah untuk Kampung Bahari Nusantara.

” Saya mengucapkan terimakasih kepada PT. Timah, atas partisipasinya memberikan cat untuk pengecatan perahu nelayan program Kampung Bahari Nusantara TNI AL,” ucap Dudik.

Menurut Dudik, pengecatan dermaga serta perahu nelayan bertujuan untuk meningkatkan daya tarik, serta ciri khas nelayan Dusun Sukal. Selain itu diharapkan, dengan keindahan dan warna baru tersebut akan dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Dusun Sukal.

“Ini kita cat biar menarik, terus memberikan rasa PD, percaya diri kepada nelayan dermaganya sudah menarik, bersih termasuk nanti perahu – perahunya akan kita cat. Nanti kalau sudah seragam, nelayan pun kalau membawa kapalnya akan bangga, dan kita pun tau ( ciri mereka ) dari catnya itu, berarti nelayan Dusun Sukal Belo Laut,” kata Dudik.

Danlanal menambahkan, Kampung Bahari Nusantara yang dicetus oleh pimpinan tertinggi AL bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat nelayan, sehingga nantinya para pengarung lautan tersebut berikut keluarganya dapat sejahtera.

” Ini adalah sebuah kampung yang terdiri dari nelayan, kita diwajibkan membantu meringankan beban nelayan dan membangun satu buah kampung. Dimana harus memenuhi lima klaster, klaster pendidikan, klaster kesehatan, klaster ekonomi, klaster wisata, klaster ekonomi dan klaster pertahanan keamanan. Itulah wujud dari Kampung Bahari Nusantara ini,” terang Dudik.

Di kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Nelayan Dusun Sukal, Karian mengatakan, bantuan cat dari PT. Timah membuat Kampung Bahari semakin indah dan terasa hidup.

” Terimakasih kepada PT. Timah telah memberikan bantuan cat. Dengan adanya bantuan cat ini Kampung Bahari Nusantara terasa lebih menarik, indah, dan pastinya kita harapkan menjadi daya tarik wisata ke depannya,” ujar Karian. (*)

News Feed