HEADLINERAGAM

Kapolres Basel Kumpulkan Bhabinkamtibmas

×

Kapolres Basel Kumpulkan Bhabinkamtibmas

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN — Kapolres Bangka Selatan, AKBP Joko Isnawan, mengumpulkan personilnya yang betugas sebagai Bhabinkamtibmas di gedung Aula Polres Basel, Senin (21/6/21).

Dalam arahannya, Kapolres memberikan penekanan kepada para untuk menciptakan kampung sehat terbebas dari Covid-19.

Kampung sehat terbebas dari Covid-19 tersebut akan dilaksanakan jajarannya dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-75, dengan menggelar vaksinasi massal bagi warga masyarakat secara gratis pada tanggal 26 Juni 2021, adapun untuk Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan target 4.375 dosis yang dibagi 7 Kabupaten/Kota.

“Dengan harapan masyarakat mau untuk divaksin Covid-19, dan tidak merasa takut untuk divaksin Covid-19. Nah, Bhabinkamtibmas membuat data nama masyarakat, Resa, Kelurahan yang sudah divaksin dan yang belum divaksin sebagai sasaran vaksin, dan setiap hari dilaporkan paling lama jam 4 sore,” jelasnya.

Menurut perwira melati dua dipundaknya ini, Bhabinkamtibmas sebagai unjung tombak dari Kepolisian RI dalam rangka kegiatan percepatan vaksin Covi-19 dengan kegiatan mengedukasi dan memberikan informasi yang benar tentang keberadaan vaksin Covod-19.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Toboali, dr. Jupiter Mars Tarigan mengatakan, jumlah keseluruhan capaian percepatan vaksinasi Covid-19 dari tanggal 4 Juni sampai dengan 15 Juni 2021 yaitu 1.248 orang, dengan rincian jenis vaksin Sinovak, vaksin pertama 1.017 orang, vaksin ke 2 sebanyak 53 orang dengan jumlah 1.070 orang.

Sementara jenis vaksin Astrazaneca, vaksin 1 sebanyak 0 orang, vaksin kedua sebanyak 178 orang, dan presentasi jumlah orang yang telah di vaksinasi Covid-19 diwilaiah Puskemas Toboali mencapai 8,60 persen.

Hanya saja, diakui dr. Jupiter, masih ada kendala kegiatan percepatan vaksinasi Covid-19 dilapangan.

“Jadi masih ada kendala kegiatan percepatan vaksinasi Covid-19 dilapangan. Masih banyak beredar isu di masyarakat, bahwa vaksin ini masih berbahaya yang dapat menyebabkan menjadi sakit atau meninggal dunia, padahal tidak seperti itu,” ungkapnya. (Yusuf)

READ  Tujuh Fraksi Menyetujui Tiga Raperda