oleh

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Masih Tinggi

PANGKALPINANG — Sebanyak 38 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, selama kurun waktu lima bulan terakhir, yaitu Januari hingga Mei 2022.

Data tersebut berdasarkan kasus yang masuk ke Dinas Pemberdayaan, Perlindungan, Perempuan dan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, mau pun laporan yang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Polres Pangkalpinang.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan, Perempuan dan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, Hj. Eti Fahriaty SPd, MPd mengungkapkan, kasus kekerasan pada anak di Kota Pangkalpinang masih mendominasi sepanjang Januari Hingga Mei Tahun 2022, yaitu sebanyak 22 kasus.

“Rekapitulasi kasus dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei tahun 2022, data Polres dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak, kasus yang ditangani dan masuk data simfoni berjumlah 16 kasus kekerasan terhadap perempuan, Anak 22 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga 12 kasus, kekerasan fisik 15 kasus, eksploitasi 1 kasus, pelecehan 10 kasus, jadi jumlah kasus dari bulan Januari-Mei 38 kasus,” ungkap Etty Fahriaty, Kamis (23/6/2022).

Etty Fahriaty sangat menyayangkan tingginya jumlah kasus kekerasan kepada Perempuan dan Anak yang terjadi di Kota Pangkalpinang. Berdasarkan banyaknya kasus-kasus tersebut, sangat diperlukan sekali kepedulian dan sinergi antara pemerintah dengan lembaga masyarakat pada umumnya.

“Menyikapi banyaknya kasus yang terjadi di Pangkalpinang ini, sangat memprihatinkan sekali bagi orang tua, bagi guru dan bagi saya sendiri sebagai Kepala Dinas PPPA, rasanya hancur hati ini,” imbuhnya.

“Ini semua akibat dari kurangnya pengawasan melekat dari orang tua, dampak konten-konten di handphone yang membuat anak-anak penasaran dan akhirnya pingin mencoba, ditambah lagi ketahanan keluarga belum terlaksana dengan baik,” kata dia. (Dika)