oleh

Kasus Miras Ilegal: SPDP Sudah Dikirim, Ini Pasal Berlapis Yang Menjerat Tersangka

PANGKALPINANG — Direktur Polisi Perairan Dan Udara Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Mochamad Zainul, S.IK, MH mengungkapkan, penyidik Subdit Gakkum telah mengirim Surat pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atau SPDP kasus minuman keras ilegal ke pihak Kejaksaan.

“SPDP-nya sudah dikirim ke Kejaksaan,” ujar Kombes Pol Mochamad Zainul di Mako Polairudda Babel, Senin (17/02/2020) petang.

Wakil Direktur Polairudda Babel, AKBP Irwan Nasution, S.IK yang mendampingi Kombes Pol Mochamad Zainul mengungkapkan, dalam kasus miras ilegal itu penyidik Subdit Gakkum telah menetapkan delapan orang tersangka.

“Tersangkanya delapan orang. Mereka dikenakan Undang-Undang Pelayaran, dan Undang-Undang Perdagangan, Undang-Undang Nomor Perlindungan Konsumen, dan KUHPidana. Untuk detail pasal-pasal yang dikenakan, silakan konfirmasi ke Kasubdit Gakkum, karena penyidik lah paham detail pasal-pasalnya,” ungkap AKBP Irwan Nasution.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Gakkum Direktorat Polairudda Babel, Kompol Ade Zamrah, S.IK, membenarkan pasal-pasal yang dikenakan kepada tersangka kasus miras ilegal tersebut.

“Pasal 323 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, atau Pasal 8 ayat (1) huruf (g) dan (j) Undnag-Undang Nomor 8 Tahun 1998 tentang Perlindungan Konsumen, atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan Juncto Pasal 55, 56, 53 Kuhpidana,” bebernya.

Dikabarkan sebelumnya, Tim Opsnal Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel bekerja sama dengan Personil Heli Korp Polisi Udara Baharkam Polri, telah mengamankan 1 unit kapal cepat TANPA NAMA ( Kapal Hantu ) yang membawa sekitar 12.000 botol miras illegal di antara perairan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan dengan perairan Pulau Sumatera.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Bangka Belitung, Brigjen Pol Drs, Anang Syarif Hidayat, saat Konferensi Pers di Dermaga Polairud, Air Anyir, Kabupaten Bangka Rabu (05/02/2020).

“Pada hari Selasa tanggal 04 Februari 2020, sekitar pukul 11.15 WIB. Polairud Polda babel berhasil menangkap kapal tanpa nama yang membawa sekitar 1.000 kotak miras berbagai merk. Masing – masing kotak berisi 12 botol, jadi kalau ditotal ada sekitar 12.000 botol miras,” ungkapnya.

Kapolda Babel mengatakan, Kapal yang digunakan oleh tersangka dengan menggunakan 7 mesin, dengan kecepatan 60 knot atau sekitar 100 Km per jam.

“Kapal yang digunakan tersangka menggunakan 7 mesin kapal dengan kekuatan 300PK per mesin, yang ditotalkan sekitar 2.100 PK. Dengan kecepatan Kapal 60 knot sekitar 100 Km per jam,” katanya.

Lanjutnya, Ia mengatakan proses pengejaran tersebut berlangsung selama kisaran 10 menit.

“Proses pengejaran berkisar 10 menit sejak dari awal, dan kemudian berhasil dilumpuhkan dengan melakukan penembakan di tiga mesin kapal. Dikarenakan sudah diberi peringatan, mereka tidak mau berhenti,” jelasnya.

Jenderal Bintang Satu ini melanjutkan, bahwa anggotanya dari atas Helikopter melakukan hell jump atau melompat keatas kapal tersebut, untuk melakukan penyergapan terhadap tersangka.

Almamater AKPOL 1988 ini kembali menjelaskan, bahwa dalam penangkapan tersebut berhasil mengamankan sebanyak 8 orang crew / ABK yang berlayar dari Pulau Batam, tanpa dilengkapi Surat Persetujuan Berlayar dengan muatan minuman berakohol berbagai jenis / merk tanpa izin / ilegal (merk chivas, vodka, black label dn lain-lain).

Adapaun Modus Operandi yang dilakukan Pelaku dalam mengangkut minuman berkohol berbagai jenis / merk chivas, vodka, black label dn lain-lain, yang dimuat secara Ship to Ship dari Kapal di perairan OPL Batam dibawa menuju keperairan Lampung.

“Untuk sementara pasal yang dikenakan kepada tersangka, yaitu Pasal 323 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran, dan Pasal 106 Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Perdagangan,” tutupnya.

Berikut 8 nama – nama crew / ABK yang diamankan dalam penangkapan tersebut di antaranya Novrianto (Nahkoda), Remi (ABK), Syamsul Yahya (ABK), Dayat (ABK), Supriono (ABK), Laima (ABK), Jefri (ABK), dan Wanres selaku Mekanik. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed