HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Kasus Rapid Antigen Palsu Oknum CPNS Berlanjut

×

Kasus Rapid Antigen Palsu Oknum CPNS Berlanjut

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Kasus pemalsuan dokumen rapid antigen oleh seorang oknum CPNS yang diamankan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, berlanjut ke meja Polres Bangka Barat.

Plt. Direktur RSUD Sejiran Setason, dr. Rudi Faizul, bersama dr. Maria Ulfa, tadi sore, Jum’at ( 9/7 ), mendatangi SPKT Mako Polres untuk melaporkan HP ( 32 ), terduga pemalsuan rapid antigen palsu yang mencatut nama rumah sakit daerah Bangka Barat tersebut.

” Saya datang bersama dr. Maria Ulfa dan ada beberapa saksi dari Satpol PP, tujuannya buat melapor aja terkait dengan beredarnya dan ditemukannya di pelabuhan berupa surat antigen palsu, sudah mencatut nama RSUD,” jelas dr. Rudi kepada wartawan, di Mako Polres Bangka Barat, Jum’at ( 9/7 ) sore.

Menurut dr. Rudi, setelah diteliti, dokumen rapid antigen yang dibawa HP bukan dari RSUD Sejiran Setason. Hal itu dapat diketahui karena adanya perbedaan – perbedaan dengan dokumen asli yang dikeluarkan pihaknya.

” Rapid test pasti ada standardnya kelihatan pasti, dilihat disitu memang berbeda, itu bukan dari RSUD,” tukasnya.

Dikatakan Rudi, untuk sementara baru satu orang yang mereka laporkan. Dia berharap Kepolisian menindaklanjuti agar laporan yang mereka buat diproses lebih lanjut. Sebab, kasus ini menyangkut nama baik RSUD Sejiran Setason yang telah dicemarkan oleh terduga pelaku.

” Harapannya ditindaklanjuti, sudah kita lapor supaya diproses lebih lanjut seperti apa. Itu calon kan, belum jadi PNS pun baru calon udah begini, karena kalau peraturan – peraturan kayak PNS itu kan ada pasalnya, PP 53 itu. Tapi berlaku untuk PNS, tapi ini dia CPNS jadi tidak berlaku,” tuturnya.

” Yang dirugikan? Nama baik kita, sudah sampai ke Palembang sana. Kita kan lagi fokus pelayanan, fokus pembangunan, tiba – tiba ada yang kayak gini, sedih juga lah. Disesalkankan lah. Kasihan dia ( dr. Maria, red ) lagi hamil, kasihan lah pokoknya,” sambung Rudi. ( SK )