oleh

Keberatan Maulid Dirumah Dinas Bupati, Puluhan Jama’ah Gabungan Datangi Kantor Bupati Babar

BANGKA BARAT – Puluhan orang dari jama’ah gabungan FPI, Masjid Jamik, Masjid Baitul Hikmah, Jama’ah Tabligh mendatangi Kantor Bupati Bangka Barat di Dusun Daya Baru Desa Belo Laut, Muntok, Selasa ( 5/11/2019 ) siang.

Kedatangan sekitar dua puluhan orang jama’ah tersebut disambut Plt. Sekda Bangka Barat, Muhammad Effendi dan Kabag Sosial Kemasyarakatan, Sumardi di ruang kerjanya, Selasa ( 5/10/2019 ).

Para jama’ah yang diwakili Ustad Saleh, Ustad Misdi dan beberapa jama’ah berdialog dan berdiskusi di ruang kerja Sekda Bangka Barat.

Dalam dialog tersebut, jama’ah menyampaikan keberatan mereka bila acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bangka Barat. Alasannya, Bupati Bangka Barat, Markus, SH., bukan beragama Islam.

Selain itu, mereka juga merasa keberatan bila Bupati Bangka Barat, Markus, SH., yang non muslim menyampaikan sambutan dalam acara tersebut serta mengucapkan assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

” Kami tokoh – tokoh agama, tidak alergi tidak melarang Pemda mengadakan Maulid, bukan karena tidak suka dengan beliau, ada aturannya, agama ada aturan, birokrasi ada aturan, jadi jangan dipaksa atau ditabrakan, saling menghargai,” ujar Ustad Saleh.

Karena itu, Ustad Saleh menyarankan agar Bupati Markus dapat mendelegasikan sambutan atau membuka acara keagamaan umat Islam kepada Sekda.

Sedangkan Ustad Misdi meminta, dalam kegiatan keagamaan Islam yang dihadiri Markus agar dikaji terlebih dahulu apakah ada unsur – unsur yang bertentangan dengan syari’at Islam.

” Silahkan sambutan tapi tidak ada mengucapkan assalamu’ alaikum. peringatan hari besar Islam, Isra’ Mi’raj, Muharram dan Maulid Nabi ini kan sebenarnya syari’at Islam, miliknya umat Islam, terlepas daripada program Pemerintah, bagaimana menjembatani bahwa memberikan suatu batasan – batasan khusus,” sebutnya.

Berdasarkan hal tersebut, dia meminta agar Plt. Sekda dan Kabag Sosmas memberi masukan kepada Bupati agar tidak masuk ke ranah syari’at Islam.

Menanggapi hal itu, Plt. Sekda Bangka Barat, Muhammad Effendi mengatakan, dalam hal pelaksanaan peringatan Maulid Nabi, pihaknya hanya menjalankan agenda Pemerintah Daerah, karena selama ini perayaan Maulid dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati.

Namun Effendi mengusulkan akan mengundang pihak – pihak terkait guna mencari solusi dan jalan tengah mengenai keberatan para jama’ah tersebut sesegera mungkin.

” Nanti kita bicara kan lah, jama’ah ini juga kita undang, ajak MUI, ajak FKUB, Kemenag, NU, kita berdiskusi. Hasil dari pertemuan itu bisa dijadikan rekomendasi kepada Bupati,” kata Effendi. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed