Kebohongan Karta Terungkap, Ngarang Cerita Dibegal Karena Takut Dimarahi Istri

HEADLINE208 Dilihat
  • Bohongi Istri Dan Polisi
  • Uang Dua Juta Habis Kalah Berjudi
  • Buang Handpone Nokia Ke Sungai
Kabag Ops Polres Bangka AKP Faisal Fatsey, Kapolsek Merawang IPTU Yudha Prakoso, Kanit Reskrim IPDA Cecep, dan Kartawijaya Kusuma (jaket hitam), saat konferensi pers di Mapolsek Merawang, Minggu (02/06/2019) petang.

BANGKA — Kebohongan Kartawijaya Kusuma alias Karta (30), yang mengaku jadi korban pencurian dengan kekerasan atau Begal, akhirnya terungkap. Sebelumnya, Karta mengaku dibegal saat melintas di jembatan Desa Jurung, Kecamatan Merawang, pada Sabtu (01/06/2019) sekira pukul 19:40 WIB malam.

Kejadian begal rekayasa itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B-224/VI/2019/ BABEL/RES BANGKA / SEK MERAWANG Tanggal 01 Juni 2019. Dalam laporannya, Karta mengaku kehilangan uang tunai dua juta rupiah dan satu unit handphone Nokia.

Namun sedari awal, penyidik Unit Reskrim Polsek Merawang sudah mencurigai sejumlah kejangalan dalam laporan dan keterangan Karta.

Dalam rilis resmi yang diterima redaksi media ini pada Minggu (02/06/2019) malam, Kapolres Bangka AKBP M. Budi Ariyanto melalui Kabag Ops AKP Faisal Fatsey, mengungkapkan rekayasa dan cerita kebohongan Karta.

AKP Faisal Fatsey menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan awal, keesokan harinya Minggu (02/06/2019) sekira pukul 08.00 WIB pagi, penyidik kembali melakukan pemanggilan terhadap Karta, untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Karta kembali datang ke Polsek Merawang dengan didampingi Kades Kimak, Mustofa.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan lanjutan, Karta akhirnya mengakui bahwa kejadian yang dilaporkan sebelumnya adalah tidak benar, dan merupakan rekayasa Dia saja,” ungkap AKP Faisal Fatsey.

Dihadapan penyidik, sambung AKP Faisal Fatsey, Karta mengakui bahwa uang gaji dan THR miliknya sebesar dua juta rupiah itu, sebenarnya tidak diambil oleh begal sebagaimana dalam laporannya ke polisi. Tetapi uang itu telah habis dipakai untuk bermain judi di Desa Rebo.

Saat perjalanan pulang ke rumah, Karta berpikir dan membuat cerita bohong, bahwa uang gaji dan THR-nya telah hilang diambil orang dengan cara dirampok di Jembatan Desa Jurung. Untuk mendukung rekayasa ceritanya tersebut, Karta lalu membuang handphone Nokia miliknya di sungai dibawah jembatan tersebut.

“Karta melakukan hal ini, karena takut dimarahi oleh istrinya, karena uang Gaji dan THR telah habis untuk berjudi,” kata Dia.

AKP Faisal Fatsey menghimbau agar masyarakat tetap tenang, dan tidak cemas atau takut saat melewati jembatan Desa Jurung. Karena kejadian begal terhadap Karta tersebut ternyata bohong. (Red)

Tinggalkan Balasan