oleh

Kejari Basel Selamatkan Uang Negara Rp 150 Juta

BANGKA SELATAN — Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan, berhasil menyelamatkan uangan ngara sebesar Rp 150 juta. Uang tersebut dari perkara dugaan Tindak pidana korupsi atas kegiatan pengadaan pakaian seragam Perlindungan Masyarakat dan atribut Satuan Polisi Pamong Praja di Kabupaten Basel pada tahun 2020 lalu.

Penyelamatan uang negara ratusan juta itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Basel, Dody Prihatman Purba didampingi Kasi Pidsus, Zulkarnain Harahap beserta tim penyidik lainnya, Jumat (9/4) sore.

“Uang itu berasal dari 2 orang saksi berinisial Ikr selaku penyedia atau pihak ketiga, Ikr menyerahkan uang sebesar Rp 115 juta pada tanggal 19 Maret 2021 dan juga dari saksi Pan sebesar Rp 35 juta yang diserahkan pada tanggal 9 April 2021,” terang Dody Prihatman Purba.

Menurut ia, uang sebesar Rp 150 juta tersebut akan dijadikan sebagai barang bukti dalam mengungkap tindak pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya. Saat ini, tim penyidik masih melakukan penyidikan secara mendalam guna menemukan tersangkanya.

“Saat proses penyelidikan kemarin, ada 12 orang yang telah dimintai keterangan oleh tim penyidik di antaranya Staf Administrasi, pokja lelang kegiatan, PPHP, PPK kegiatan pengadaan dan pihak ketiga yang mengerjakan kegiatan pengadaan,” katanya.

Diketahui, pengadaan tender sebesar Rp 1,2 miliar ini tidak melalui lelang ULP Kabupaten Basel namun melalui sistem Penujukan Langsung (PL) oleh Satpol PP setempat. Hal tersebut disampaikan Kepala ULP Kabupaten, Elfan Ruyadi.

“Pengadaan langsung diluar kami. Jadi memang sebelumnya pernah di tender bulan Agustus 2020 dan berjalanlah tender itu, sudah di umumkan termasuk pengawalan dan tiba-tiba ada surat pembatalan,”jelas Elfan kepada wartawan.

Lanjut dia, dengan adanya surat pembatalan dari PPK tentang ada perubahan spesifikasi barang maka pihaknya menghentikan karna menurutnya pembatalan tersebut bukan ranah ULP Basel namun dari dari Organisasi Perangkat Daerah terkait.

“Dari kami hanya ranah proses lelang dan kalau proses lelang bukan ranah pokja dan spek juga bukan ranah kami tapi misalnya peserta tidak ada yang menawar, itu baru masuk ranah kami dan karena itu dibatalkanlah pada bulan September,” katanya.

Pria berkacamata ini melanjutkan, setelah pembatalan tersebut dari OPD terkait tidak ada lagi konfirmasi lagi hingga terjadi pengadaan sistem PL oleh pihak terkait dan menurut Elfan, sampai saat ini pengadaan sistem PL memang dilakukan oleh OPD masing-masing.

“Anggaran di tender sebesar satu koma 2 miliar tapi karna dibatalkan maka tidak ada kegiatan lagi di kami, peserta saat itu ada belasan dan belum ada pemenangnya dan waktu itu sampai tahap evaluasi dokumen penawaran,” pungkas Elfan. (Yusuf)

News Feed