HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Kejari Tunggu Evaluasi Persidangan Untuk Kembangkan Tersangka Baru

×

Kejari Tunggu Evaluasi Persidangan Untuk Kembangkan Tersangka Baru

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN — Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan melalui Kepala Seksi Intelijen Dody Prihatman Purba memastikan kasus korupsi tindak pidana korupsi dana alokasi khusus Dinas Pendidikan Bangka Selatan tahun 2019 sebesar Rp 17 miliar masih tetap berjalan.

Dody meminta sejumlah pihak tetap bersabar lantaran perkara tersebut akan masuk proses pembacaan tuntutan terhadap kedua terdakwa yaitu Ardyansyah alias Rian Gondrong dan Afriyansyah Hermawan alias Jansen, pada hari Rabu, tanggal 21 Juli 2021 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

“Setelah proses tuntutan, biasanya akan ada pledoi atau pembelaan dari terdakwa yang kemudian akan dilanjutkan dengan putusan dari Majelis Hakim. Diperkirakannya, perkara dana DAK Pendidikan tersebut akan selesai di awal bulan Agustus 2021,” kata Dody kepada wartawan, Senin (19/7/21).

Ketika ditanya apakah akan ada saksi-saksi baru yang akan diperiksa terkait fakta-fakta persidangan ? Dody belum memberi sinyal adanya pengembangan kasus korupsi tersebut. Menururt dia, pengembangan akan ditentukan saat evaluasi bersama penyidik dan Jaksa Penuntut Umum usai putusan perkara.

“Kita belum mendapat informasi yang valid dari penyidik dan Jaksa Penuntut Umum. Memang biasanya, setelah persidangan nanti akan dievaluasi. Itu menjadi ranahnya Jaksa Penuntut Umum untuk melaporkan ke pimpinan yang kemudian akan ditindaklanjuti lagi apakah akan ada tersangka baru atau tidak, kita masih menunggu prosesnya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik telah memeriksa sebanyak 41 orang dari berbagai kalangan di lingkungan Pemkab Basel. Dari 41 orang saksi yang diperiksa sebagian besar merupakan pemeriksaan lanjutan dan atau tambahan dari pemeriksaan sebelumnya yang dianggap belum cukup.

Ardyansyah alias Rian Gondrong dan Afriyansyah Hermawan alias Jansen didakwa dalam perkara tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan 36 kegiatan pembangunan atau rehabilitasi prasarana sekolah DAK Fisik 2019 yang diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1 miliar. (Yusuf)

READ  Hutan Kehati Lestarikan Flora dan Fauna