oleh

Keluh Kesah Dunia Pendidikan Dimasa Pandemi

Oleh: Vina Jazimatul Chusna
Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI 5B) STAINU TEMANGGUNG

Pandemi menghebohkan dunia, tidak sedikit yang mengubah alur kehidupan, baik dalam usaha, pendidikan maupun pemerintah. Pandemi telah merubah kebiasaan masyarakat Indonesia mulai dari orang tua, remaja hingga balita. Tak sedikit dari mereka yang mengeluh dengan adanya pendemi saat ini, terkhususnya dalam dunia pendidikan. Baik itu guru, murid hingga kepada orang tua.

Sistem daring mulai diterapkan di Indonesia sejak virus corona bertamu tanpa ijin. Virus ini sebenarnya berasal dari China. Bukan hanya masyarakat china saja yang memiliki tamu ini namun hampir semua negara mendapatkan tamu yang super ganas ini. Karena keganasannya tersebut banyak yang tidak menyukainya sehingga semua orang berusaha menjauhinya bahkan sampai mengusirnya. Namun sampai saat ini virus tersebut belum juga pergi. Kenapa? Mungkin karena virus ini sudah mulai nyaman hidup dengan manusia maka mereka susah disuruh pergi. Lantas bagaimana kelanjutannya?

Virus ini membuat banyak orang merasa kebingungan sehingga orang-orang tidak bisa keluar dengan nyaman, ditambah lagi pemerintah menyarankan dirumah saja termasuk belajar dirumah. Dalam hal ini biasa disebut dengan daring yang artinya menggunakan jaringan. Sedangkan di Indonesia tidak semua daerah memiliki jaringan, ya walaupun ada terkadang mereka harus mendapatkannya dengan bersusah payah bahkan terkadang mereka harus rela memanjat pohon supaya mendapat sinyal.

Guru

Tidak sedikit dari para guru merasa sangat kesulitan dalam masa pendemi ini, dikarenakan mereka harus mengajar dengan cara daring yang mana sistem daring ini sangat menguras tenaga, waktu, pikiran maupun kuota. apalagi bagi para guru yang tidak memiliki kreativitas yang tinggi, mereka akan merasa sangat terbebani baik dari segi fisik maupun mentalnya.

Bukan hanya satu atau dua guru yang mengeluh dengan sistem daring. Mereka banyak yang merasa bahwa pendidikan sistem daring bukan membuat anak menjadi pintar tapi malah buyar. Kenapa buyar? Karena anak tidak bisa mendapatkan haknya secara penuh yang mana walaupun guru sudah memberikan yang terbaik. Terkadang guru pusing dengan sistem ini.

Maka dari itu para guru harus mampu memilih, menyusun, menata materi pebelajaran yang sesuai dengan kebutuhan muridnya dan memberikan pembelajaran yang kreatif, supaya para murid tidak kebingugan dan tidak mudah bosandan tidak tertekan. Namun itu semua tidak semudah apa yang dibayangkan. Ditambah lagi banyak orang tua yang mengeluh kepada guru karena tugas yang diberikan terlalu banyak, itu membuat keadaan semakin panas.

Orang Tua

Pusingnya guru dalam masa pendemi masih dikalahkan oleh pusingnya orang tua yang mana sangat kuwalahan dan stress karena ulah si virus saat ini. Kenapa? Karena ulah sivirus membuat banyak orang tua merasa stress apalagi bagi mereka yang memiliki anak kecil yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Banyak yang mengatakan kasian anak sd kok tugasnya banyak, takut stresslah dan lain sebagainya.

Namun, sebenarnya bisa dikatakan bahwa yang stress itu bukan anaknya tapi orang tuanya. Kenapa kok bisa? Karena tidak mungkin anak sekolah dasar apalagi baru kelas 1 SD bisa mengerti dengan materi yang sampaikan oleh gurunya apalagi menggunakan sistem daring yang mana mereka tidak belajar secara langsung atau tatap muka dengan gurunya. Sehingga, mau tidak mau orang tua harus siap sedia untuk mendampingi anaknya, akan tetapi tidak semua orang tua itu memiliki pengetahuan yang luas, bahkan terkadang banyak orang tua yang tingkat kecerdasannya masih dibawah rata-rata. Akitbatnya para orang tua ini stress karena harus belajar kembali.

Tidak sedikit orang tua yang mengeluh dengan kondisi seperti ini, apalagi seorang ibu yang mana mereka juga memiliki pekerjaan baik dirumah ataupun di luar rumah. Ditambah lagi mereka harus mendampingi anaknya yang sedang belajar daring, bukannya semuanya selesai bisa-bisa malah terjadi bencana.

Ibu fitria orang tua dari salah satu siswa Sekolah Dasar mengungkapkan “Pendidikan saat ini sangat semrawut karena orang tua terutama ibu-ibu dituntut untuk pintar padahal belum tentu semua orang tua mengerti tentang pelajaran sekolah. Sementara guru terkadang hanya memberikan tugas seperti memberikan contoh dibuku saja tanpa menjelaskan secara detail. Sehingga anak-anak belem tentu mengerti dan akhirnya kami yang harus membatunya sedangkan kami juga memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan selain mendampingi anak dalam belajar”.

“Sekolah dengan daring itu kurang efektif, karena sebenarnya anak-anak butuh guru ahli yang langsung menjelaskan bukan hanya browsing ataupun dengan melihat you tube saja. karena kebanyakan dari mereka tidak bisa fokus sehingga pelajaran tidak bisa langsung masuk ke otak” ungkapnya kembali.

Jadi dapat dikatakan bahwa pendidikan dengan sistem daring belum terlalu cocok diterapkan di Indonesia, tapi mau tidak mau dalam masa pandemi ini kita harus tetap mengikuti aturan yang ada.

Pelajar

Sistem daring paling ngefek kepada pelajar, yang mana semua anak ingin sekali mendapatkan hak belajarnya namun itu semua terhambat karena adanya pandemi. Kurang lebih 8 bulan pembelajaran sistem daring dijalani para pelajar Indonesia, mulai dari mahasiswa, pelajar sma, smphingga sd. tidak sedikit dari mereka yang mengeluh karena pandemi ini membuat mereka merasa tertekan, baik dari tugas sekolah maupun tugan rumah. Ditambah lagi jika mereka yang tidak tau bagaimana cara membuat belajar menjadi menyenagkan. Itu membuat mereka tambah tidak bisa konsen terhadap pelajarannya.

Banyak para pelajar yang merasa bosan dengan sistem ini. Kenapa? Karena mereka juga butuh yang namanya hiburan. Bukannya sudah ada gadged? Gadged memang menghibur mereka namun lama kelamaan mereka juga akan merasa bosan dengan barang tersebut. Apalagi anak-anak yang biasanya bermain bersama teman-temannya dan sekarang mereka hanya bermain didalam rumah dengan keluarganya, itu bisa membuat anak bosan jenuh dan sebagainya. Ketika rasa bosan itu tidak dialihkan kepada hal yang lainnya itu bisa memberikan dampak yang buruk pada anak, mulai dari sulit berkonsentrasi bahkan emosinya bisa saja tidak terkontrol sehingga bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Inilah yang membuat banyak orang tua merasa khawatir karena bisa saja hal itu mengganggu mentalnya. Maka dari itu walaupun hanya dirumah saja buatlah setiap kegiatan menjadi menyenagkan Apalagi dalam proses belajar. Sekolah boleh saja cuti tapi belajar jangan sampai berhenti. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan