oleh

Kepala BPKAD Babar Ungkapkan Kusutnya Klaim Tanah Pemda yang Tumpang Tindih

BANGKA BARAT — Tumpang tindihnya klaim aset Pemda, khususnya berupa tanah atau lahan, diungkapkan
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD ) Bangka Barat, Abimanyu dalam acara Sosialisasi Program Jaksa Pengacara Negara Jaksa Peduli Piutang dan Aset Negara Kejati Babel yang digelar di Gedung Graha Aparatur, Pemkab Bangka Barat, Rabu ( 11/12/2019 ) siang.

Klaim yang tumpang tindih tersebut kata dia, bukan hanya dengan BUMN saja, tapi juga dengan masyarakat, bahkan dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

” Memang di Bangka Barat ini terjadi tumpang tindih dengan masyarakat, dengan BUMN, bahkan dengan Provinsi juga, ada tanah – tanah kami yang diakui oleh PT. Timah dan juga kami akui, ada beberapa, mulai dari sekolah, sampe Polairud,” kata Abimanyu.

Abimanyu memaparkan salah satu contohnya. Kapolres Bangka Barat telah meminta kepada pihak Pemkab Bangka Barat untuk menghibahkan tanah yang digunakan Sat Polair untuk mendirikan posnya, namun pihaknya belum bisa mengabulkan permintaan tersebut karena PT. Timah mengklaim tanah itu juga milik mereka.

” Artinya belum clean dan clear. Nah ada beberapa hal yang seperti itu. Memang kami sudah beberapa kali ke PT. Timah juga, ini akan kami selesaikan mungkin di 2020, jadi memang PR kita terkait dengan penilaian untuk pemanfaatan aset dan adalah juga yang tumpang tindih ini,” tandas Abimanyu.

Terkait lahan Pemda yang kepemilikannya diklaim masyarakat, Abimanyu mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi akan memasang patok batas wilayah. Dalam hal ini, pihak Pemkab Bangka Barat menggandeng Kasidatun dan Kasi Intel dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat.

Hal itu tegas dia, penting untuk dilakukan, karena bila pihaknya tidak lagi mengetahui luas wilayah Pemda dan tidak mengetahui batas terluarnya, maka nanti dikhawatirkan akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ).

” Tapi kalau ada masyarakat yang menyatakan ini tanahnya, ini miliknya, bisa menunjukkan suratnya, kami akan mengubah batas itu dengan bantuan BPN juga yang telah banyak membantu,” sebut Abimanyu. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed