oleh

Kesadaran Masyarakat Dalam Berlalulintas Masih Rendah

BANGKA — Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, mengakui kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas masih rendah. Hal itu menjadi penyebab angka laka lantas di wilayah Kabupaten Bangka cukup tinggi. Namun demikian, Satuan Lalu Lintas juga tetap akan mengintensifkan kegiatan pencegahan.

Sepanjang tahun 2019, tercatat data kecelakaan lalu lintas mencapai 140 kasus. Jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 59 orang, luka berat 68 orang, dan luka ringan 44 orang. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 939.900.000.

Pelanggaran dan Tilang di tahun 2019 mencapai angka 7.284. Dari jumlah itu, di antaranya Tilang mencapai angka 6.216, dan Teguran mencapai angka 1068.

“Bisa kita lihat, Teguran saja mencapai angka 1068. Artinya, kesadaran tertib berlalulintasnya masih belum baik. Sehingga peran dari semua pihak, bukan hanya Kepolisian, saya rasa harus dioptimalkan, disinergikan. Kalau dilihat dari angka teguran itu, berarti tingkat kesadarannya masih rendah. Walaupun kondisi yang ada, kita sudah mengupayakan program-program untuk bisa menghentikan kecelakaan maupun pelanggaran lalulintas. Beberapa program juga sudah digulirkan,” ungkap AKBP Aris Sulistyono, dalam Press Release Akhir Tahun 2019 di Mapolres Bangka, pada Minggu (30/12/2019).

Di tahun 2020 nanti, lanjut orang nomor satu di Polres Bangka ini, Kasat Lantas punya program membuat helm yang bertuliskan POLISI, juga menyiapkan plat nomor kendaraan.

“Kalau kita lihat masyarakat di jalan gak punya helm, kita hentikan, kita pasang helm POLISI. Helmnya nanti dipulangkan, setelah dia membawa helm. Itu salah satu program untuk tahun 2020,” demikian AKBP Aris Sulistyono. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed