HEADLINEPEMPROV BABEL

Khofifah: Terima Kasih, Bangka Belitung

×

Khofifah: Terima Kasih, Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan para pimpinan perangkat daerah Jatim, mengakhiri kunjungan kerjanya di Bangka Belitung. Khofifah bersama rombongan berangkat dari Bandara Depati Amir menuju Jakarta, pada jam 17.30 WIB, Selasa (24/05/22).

Khofifah dalam kesempatannya saat berbincang bersama pejabat tinggi Pemprov Babel seperti Sekretaris Daerah (Sekda) Naziarto, bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan para Kepala Biro Pemprov Babel, mengungkapkan kepuasannya telah menjalin kerja sama misi dagang dengan Babel.

Dirinya di hadapan Sekda Babel dan para pimpinan perangkat daerah Babel mengucapkan terima kasih atas dukungan, dan kelancaran kegiatan misi dagang antar pulau ini. Harapannya, kedua belah pihak saling menguntungkan. Dari kerja sama ini juga dapat memberikan kebaikan bagi kedua daerah, terutama di bidang peningkatan ekonomi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Sekda dan seluruh jajaran di Pemprov Babel yang telah memberikan pelayanan terbaik untuk kami. Saya atas nama pribadi mohon maaf karena telah merepotkan, namun ini semua untuk kebaikan kita bersama. Saya undang bapak/ibu di sini untuk datang ke Jatim,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Sekda Babel Naziarto menanggapi kesan yang disampaikan Gubernur Khofifah. Ia juga mengucapkan hal yang sama kepada Pemprov Jatim yang telah merealisasikan kerja sama ini. Ia berharap hubungan ini terjalin dengan baik di masa mendatang.

Di sela-sela menunggu jadwal keberangkatan, di Ruang VIP Bandara Depati Amir, seakan ingin memberikan kesan mendalam bagi Gubernur Jatim di akhir kunjungannya di Bumi Serumpun Sebalai, Pemprov menyuguhkan berbagai macam kudapan dan makanan khas Bangka, salah satunya rusip. Sekda sedikit memberikan penjelasan kepada Gubernur Khofifah mengenai makanan fermentasi itu.

“Rusip ini makanan khas masyarakat Bangka Belitung. Rusip berasal dari ikan laut yang difermentasi selama satu bulan, baru bisa di konsumsi. Untuk mengkonsumsi rusip bisa di makan secara langsung, bisa juga di masak. Rusip ini kesukaan masyarakat Babel,” ujar sekda. (*)

Sumber : Kominfo