HEADLINEPEMPROV BABEL

Kolektor Cari Bisnis Lain Aja

×

Kolektor Cari Bisnis Lain Aja

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamalludin menegaskan, akan memberantas kolektor timah ilegal. Hal itu ia tegaskan, seusai membentuk tim Satgas Tambang Ilegal yang diketuai Tamron Alias Aon, Minggu (19/6/2022)┬ádi Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

“Yang pasti saya ingin agar tidak ada pembelian pasir timah yang di tambang secara ilegal, itu dulu aja. Kalau itu bisa kita laksanakan udah banyak menolong. Artinya, untuk apa dia menambang ilegal kalau tidak ada pembeli,” ungkapnya.

Dirinya pun menegaskan, bahwa memberantas kolektor timah menjadi atensi pertama, untuk memberantas mafia-mafia timah dari kalangan para kolektor. Dia menyarankan kepada para kolektor timah ilegal untuk mencari pekerjaan lain, atau memang kalau mau ikuti regulasi yang ada.

“Tidak boleh membeli dari kolektor, saya sudah pernah sampaikan dalam rapat. Kolektor cari bisnis lain aja, ya? Bikin IUP sendiri, dia bikin smelter atau dia menjadi kontraktor, silahkan saja. Saya pada dasarnya tidak ingin menutup peluang masyarakat, tapi mari kita menjalankan kegiatan bursa ini sesuai ketentuan,” tegasnya.

Lebih lanjut Ridwan Djamalludin menerangkan, dirinya sudah sering membahas terkait dengan kolektor timah ilegal. Menurutnya, ketika itu dirinya menyampaikan beberapa hal terkait dengan kolektor timah ilegal.

“Kolektor memang saya sudah pernah bilang dalam suatu rapat, ketika saya di Dirjen minerba. Saya sudah sampaikan dua hal, satu harus ada surat keterangan asal barang, darimana harus dilaporkan yang diketahui oleh otoritas itu bisa saja pemerintah. Bisa saja juga surveyor,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Tambang Timah Ilegal terpilih Thamron yang biasa disapa Aon, enggan berkomentar banyak terkait dengan atensi Penjabat Gubernur Ridwan Djamalludin untuk memberantas kolektor timah ilegal.

“Saya berterimakasih atas penunjukan dari pak gubernur, nanti saya ekpos lagi,” singkatnya. (Dika)