oleh

Komisi I DPRD Basel Dukung BNN Berantas Narkoba

BANGKA SELATAN – Peredaran narkoba tetap menjadi ancaman serius di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, permasalahan narkoba menjadi perhatian khusus berbagai elemen masyarakat termasuk para wakil rakyat di Kabupaten Bangka Selatan.

Sebagai bentuk langkah penajaman peran stakeholder, telah dikeluarkan Instruksi Presiden No 02 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Drs. Armadi M.M mengatakan sebagai bentuk atensi dan responnya, Komisi I DPRD Bangka Selatan telah melakukan rapat kerja dengan mitra BNN, Dinkes, Dinsos, dan seluruh lapisan masyarakat.

Rapat kerja tersebut guna menimba wawasan tentang persoalan narkoba, sehingga mereka bisa mengambil langkah antisipasi untuk menangkal bahayanya, dan mendukung upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelapnya.

“Dalam rapat kerja bersama yang berlangsung pada bulan April lalu, narkoba merupakan masalah yang serius bagi masyarakat Bangka Selatan. Oleh sebab itu, kita meminta seluruh element untuk bekerja sama dalam penanggulangan permasalahan narkoba di Bangka Selatan,” ujar Armadi kepada Kabarbangka.com, Minggu (28/11/21).

Menurut dia, dalam memerangi masalah narkotika di Indonesia BNN tidak hanya menggunakan pendekatan demand reduction melalui rehabilitasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menggunakan pendekatan yaitu supply reduction melalui pemberantasan peredaran gelap narkotika yang dilakukan dengan bekerja sama baik dengan pihak-pihak terkait.

“Ini adalah bagian dari upaya kita bersama, untuk menyelamatkan generasi muda bangsa. Jadi kolaborasi ini, adalah bagian dari upayanya untuk menjauhkan pengaruh buruk bahaya narkoba dari permasalahan bangsa tersebut,” tegas Armadi.

Mantan Penjabat Kepala BKD Kabupaten Bangka Selatan ini menambahkan, Polres Bangka Selatan sepanjang Tahun 2020 telah melakukan pengungkapan 55 kasus narkotika dengan 66 tersangka, barang bukti narkotika jenis Ekstasi sebanyak 6 butir, narkotika jenis sabu sebanyak 265,04 gram dan ganja 11,81 gram .

“Sedangkan pada tahun 2019, sebanyak 49 kasus narkotika. Kalau kita lihat dari tahun 2019 dan 2020 terjadi kenaikan 6 kasus. Permasalahan nnrkoba merupakan kejahatan serius, oleh sebab itu, mari membangun mindset dan frame yang sama dalam penanganan permasalahan narkotika,” pungkasnya. (Yusuf)

Komentar

Tinggalkan Balasan