HEADLINEPEMPROV BABEL

Kondisi Jembatan Tambat Labuh Nelayan Bukit Terak Mengkhawatirkan

×

Kondisi Jembatan Tambat Labuh Nelayan Bukit Terak Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Tim Komisi II DPRD Babel yang dipimpin Adet Mastur, meninjau kondisi jembatan tambat labuh NELAYAN di desa Bukit Terak, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Senin (9/7).

Adet merasa khawatir dengan keselamatan nelayan, yang saban hari terpaksa melewati bibir pantai yang berlumpur tebal, untuk mencapai kapal-kapal mereka yang jauh dari dermaga.

“Kondisi nelayan kami di sini memang sangat bergantung pada pasang surut air laut, pak. Paling berat ketika kita mau turun melaut, dan mendaratkan hasil tangkapan ketika sedang surut. Berbeda dengan dermaga di sebelah (dermaga Air Menduyung), di sini tidak ada tempat untuk berteduh ketika musim angin tenggara,” ungkap kepala Desa Bukit Terak, Kamisan M. Yamin.

Sebagai Kepala Desa, Kamisan M. Yamin merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kemudahan berusaha bagi warganya, yang rata-rata bermata pencaharian sebagi nelayan.

Kepada Komisi II DPRD Babel, dirinya berharap agar dermaga tambat labuh di Desa Bukit Terak ke depannya dapat diperbaiki, agar lebih layak digunakan, disamping demi keselamatan.

“Kita memang berharap sekali, agar Komisi II membatu memperjuangkan pembangunan ataupun perbaikan jetty ini,” ujarnya penuh harap.

Melihat keadaan tersebut, Adet Mastur mengaku turut merasa khawatir dengan kondisi rusak jembatan tambat labuh yang sewaktu-waktu dapat memakan korban.

Apalagi bila tidak berhati-hati ketika berjalan melewati lantai jetty yang tersusun dari balok dan papan tua, dengan desain ala kadarnya tersebut. Namun dirinya berharap agar Kades dan para nelayan bisa bersabar, sementara DPRD berjuang.

“Harus sabar dulu. Pasti kita perjuangkan, tetapi tidak dapat menjanjikan. Untuk RAPBD 2021 itu sudah tidak dapat dilaksanakan, karena refocusing. Untuk saat ini kita akan perjuangkan, agar dapat masuk ke dalam detail enginering desing atau DED terlebih dahulu. Harus dibuatkan master plannya dulu, agar dilihat kemungkinan pengajuan di 2022 tahun mendatang,” ungkap Adet. (*)


Sumber : Publikasi DPRD Babel