HEADLINEPEMPROV BABEL

Kondisi Sarpras SLB Negeri Koba Memprihatinkan

×

Kondisi Sarpras SLB Negeri Koba Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH — Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ranto Sendhu, mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah sarana dan prasarana di Sekolah Luar Biasa Negeri Koba.

Hal itu dikatakan Ranto Sendhu, saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa Negeri Koba, dalam rangka persiapan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2021, Jum’at (9/7).

Ranto Sendhu mengatakan, kunjungan kerja tersebut untuk melihat persiapan kegiatan belajar mengajar di SLB Negeri Koba, yang akan dimulai pada Juli 2021 mendatang.

“Kami dari Komisi IV melihat akses sarana dan prasarana di SLB Negeri Koba, seperti jalan masuk menuju sekolah sangat memprihatinkan. Demikian juga belum adanya asrama putra yang menjadi fasilitas penunjang, agar siswa yang berkebutuhan khusus dapat belajar dengan lebih intens lagi di sekolah,” ungkapnya.

Terkait kondisi itu, lanjut Ranto Sendhu, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menganggarkan kembali dana untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di SLB Negeri Koba tersebut.

“Jumlah guru SLB ini yang masih terbatas juga perlu perhatian. Kami dari Komisi IV berharap ada perbaikan sarana dan prasarana dari Pemkab Bangka Tengah, dan lebih memperhatikan fasilitas sekolah walaupun masih dibawah kewenangan (Pemerintah) Provinsi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Koba, Khadijah mengatakan, jumlah siswa di SLB Negeri Koba terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini sejumlah siswa baru telah mendaftar, dan pihaknya sedang melakukan asesment untuk melihat kemampuan siswa sebelum diterima di sekolah itu.

“Siswa SLB Negeri Koba terus meningkat setiap tahunnya. Saat ini ada 19 murid baru telah mendaftar. Kita pun rutin melakukan penjaringan siswa ke Desa-Desa. Kendalanya belum ada asrama putra, sedangkan asrama putri di sini sudah penuh terisi oleh 15 siswi,” bebernya.

Selain itu, menurut Khadijah, kekurangan tenaga pengajar juga sangat menghambat kemajuan proses belajar mengajar. Berdasarkan data yang didapat, saat ini SLB Negeri Koba hanya memiliki 14 guru PNS dan 7 guru honor, sedangkan sisa lainnya merupakan PTT.

“Kemarin dapat kuota PPPK berjumlah 7 orang, cuma harus sesuai dengan ijazah S1 PLB, dan harus 3 tahun pengalaman kerja,” kata dia. (*)


Editor : Romlan
Sumber: Humas DPRD Babel