oleh

Lagi, Dua Nelayan Basel Korban Perompakan Dilaut

 20 total views

* Lapor Direktorat Polairud

AKBP Irwan Deffi Nasution, SIK

PANGKALPINANG — Mada Saputra dan Heri Herdiansyah, dua nelayan asal Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, belum lama ini mendatangi petugas Piket Direktorat Polisi Perairan Dan Udara Daerah Kepulauan Bangka Belitung. Kedatangan dua nelayan tersebut untuk melaporkan kejadian perompakan yang dialaminya, saat sedang melaut diperairan laut Pulau Punai, Bangka Selatan, sekira akhir bulan Januari lalu.

Direktur Direktorat Polisi Perairan Dan Udara Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Komisaris Besar Polisi Mochamad Zainul SIK.MH, melalui Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ajun Komisaris Besar Polisi Irwan Deffi Nasution SIK menuturkan, kejadian sekira hari Kamis (31/02/2019) lalu sekira pukul 01.00 WIB dinihari, dua orang nelayan perahu Sungai Gusung didatangi Speed Lidah bermesin 40 PK.

Awalnya pelaku berpura – pura bertanya tentang jenis kapal atau perahu tertentu, lalu pergi. Namun sesungguhnya, kata AKBP Irwan Deffi Nasution, modus itu hanya untuk mengetahui kekuatan target, untuk memuluskan aksinya.

“Setelah itu pelaku kembali menemui korban, dan melakukan pengancaman menggunakan senjata api yang diduga jenis Revolver, juga senjata tajam jenis pedang. Pelaku lalu mengambil dua unit mesin temple merk Kohatsu 3,5 PK milik kedua korban, lalu melarikan diri. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar tujuh juta rupiah,” ungkapnya kepada wartawan di Pangkalpinang, Kamis (14/02/2019) siang.

AKBP Irwan Deffi Nasution menghimbau kepada seluruh nelayan, agar selalu hati – hati dan waspada ketika sedang mencari nafkah dilaut. Karena para pelaku perompakan yang sudah terdeteksi tersebut, diknal beringas dan hampir tanpa rasa belas kasihan.

“Kami menghimbau kepada para nelayan, agar selalu waspada ketika ada Speed Lidah atau perahu yang tidak dikenal merapat, segera siapkan peralatan apa saja yang bisa digunakan untuk membela diri. Karena para perompak ini tidak kenal belas kasihan, mereka tidak segan – segan melukai korban,” katanya.

Masih kata AKBP Irwan Deffi Nasution, pelaku perompakan terhadap dua nelayan asal Desa Rias diperairan laut Pulau Punai, Bangka Selatan itu hingga kini belum tertangkap, dan kasus perompakan tersebut masih dalam tahapan pengembangan penyelidikan. Meskipun sudah mengantongi identitas terduga pelaku, namun lulusan AKPOL Angkatan 1999 itu belum mau mengungkapkanya kepada media.

“Identitas dan alamat terduga pelakunya sudah kita ketahui, tapi jangan diungkapkan sekarang. Yang pasti, mereka berasal dari wilayah Sumsel,” tukasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed