oleh

Lagi, Dua Orang Diduga Positif Terinfeksi Covid-19

PANGKALPINANG — Hasil pemeriksaan Rapid Test terhadap istri pasien dalam pengawasan asal Bangka Selatan,  yang positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 dan sudah meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam belum lama ini, menunjukkan hasil yang bersangkutan positif terinfeksi.

Meskipun demikian, hasil ini masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Pasien asal Kabupaten Bangka Selatan tersebut saat ini sudah dilakukan isolasi di Gedung Badan Diklat Pemprov Babel.

Mengutip dari rakyatpos.com, Ketua Sekretariat Pusat Komando Pengendalian Dan Operasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan Dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, yang menegaskan hasil Rapid Test tersebut nantinya akan diperkuat dengan hasil pemeriksaan laboratorium, yang akan segera dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta.

“Di Bangka Selatan, kita melakukan Rapid Test terhadap 55 orang, 54 hasilnya negatif dan satu positif istrinya (PDP) yang meninggal asal Toboali. Rapid Test berguna untuk deteksi dini, positif dari hasil Rapid Test, masih perlu dites kembali, dan saat ini yang positif langsung kami bawa untuk diisolasi,” ungkap Mikron Antariksa, Rabu (01/04/2020).

Mikron melanjutkan, pasien tersebut memang tanpa gejala. Meski demikian, tetap dilakukan isolasi di Gedung Karantina Provinsi Babel, sesuai arahan Gubernur. Dan pihaknya telah menugaskan petugas hingga Kelurahan, untuk memantau di lokasi pasien tinggal.

“Tim Satgas Kabupaten juga melakukan isolasi di lingkungan tersebut, agar di rumah dan diberikan bahan makanan selama 14 hari,” sebutnya.

Dia berharap, masyarakat tidak panik dengan bertambahnya pasien yang positif, karena hasil Rapid Test ini masih perlu pemeriksaan lanjutan.

Masih kata Mikron, dari hasil Rapid Test yang dilakukan hari ini, meliputi Kota Pangkalpinang 5 pemakaian dengan hasil seluruhnya negatif.

“Di Bangka, Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Barat belum ada pemakaian (Rapid Test). Sementara di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur masih proses pengiriman,” kata dia.

Sementara di Kabupaten Belitung, pihak RSUD Marsidi Judono melakukan pemeriksaan menggunakan Rapid Test terhadap pasien 02, hasilnya yang bersangkutan positif terjangkit virus Corona atau Covid-19. Pemeriksaan Rapid Test dilakukan pihak RSUD, karena hingga Rabu (01/04/2020) belum menerima hasil pemeriksaan Swab Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

“Dari hasil Rapid Test yang dilakukan oleh RSUD Marsidi Judono, pasien ini (02) dinyatakan positif tertular virus corona atau Covid-19. Artinya, memang dia pernah terinfeksi. Tapi sekarang mau tahu masih ada tidaknya virus di dalam tubuhnya? Kita harus lakukan test Swab tenggorokan,” ungkap Direktur RSUD Masidi Judono, dr. Hendra, Rabu.

Dia mengatakan, untuk sampel swap tenggorokan pasien 02 sudah selesai diambil kembali, dan akan sesegera mungkin dikirimkan ke Balitbangkes Kemenkes. Jika nanti hasil dari PCR pasien 02 ini dinyatakan positif, maka pihak RSUD akan mengisolasi pasien, hingga virus itu hilang dari tubuh pasien.

“Diisolasi sampai dia negatif. Tapi sebetulnya tidak, karena didalam aturan terbaru, kalau di Orang Dalam Pemantauan boleh di rumah. Kalau dia mampu mengisolasi diri. Kenapa disini, disinikan banyak penyakit. Yang terpenting jangan kontak dengan orang lain, makan cukup, istirahat cukup, udah, gitu aja,” bebernya.

Hendra mengungkapkan, pasien yang di Rapid Test belum bisa dinyatakan positif Covid-19. Pasien benar-benar dinyatakan positif Covid-19, jika hasil test PCR-nya sudah keluar.

“Belum, karena PCR-nya masih belum keluar. Kemarin datanya mungkin rusak, jadi kita lakukan test ulang, tapi intinya rapid test positif,” kata dia.

Disamping itu, RSUD Marsidi Judono juga melakukan Rapid Test kepada 64 orang yang diduga pernah melakukan kontak dua pekan sebelumnya, dengan pasien nomor 34 yang telah dinyatakan positif Covid-19.

Mereka diketahui melalui tracking oleh petugas Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, diantaranya ada pejabat, pelayan kesehatan dan juga sekaligus Direktur RSUD Marsidi Judono.

“Yang sudah di-tracking semua ada 64 orang, ini orang – orang yang pernah kontak dengan pasien nomor 34 itu. Itu termasuk saya, dan saya hasilnya negatif,” jelasnya.

Masih kata dokter Hendra, meski hasil Rapid Test negatif, 64 orang ini akan dilakukan tes kembali setelah 10 hari ke depan, untuk memastikanbenar-benar tidak tertular virus corona ini.

“Jadi setelah yang test ini, nanti akan Rapid Test lagi, jadi betul-betul yakin positif apa negatif. Kami masih terus melakukan tracking, siapa-siapa saja yang pernah kontak dengan pasien ini, berkemungkinan di atas 100 orang lebih dalam kurun waktu 14 hari belakangan ini,” kata dia.

Jika dihitung dengan yang pasien sudah meninggal dunia belum lama ini, total empat orang warga Babel yang sudah terinfeksi Covid-19. (*)

Laporan: Romlan

Editor: Romlan

Sumber: covid19.babelprov.go.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed