oleh

Laka Tambang di Desa Air Gantang, Kades Sebut Bukan Warganya

BANGKA BARAT — Kecelakaan tambang maut merenggut korban jiwa kembali terjadi. Kali ini korbannya seorang penyelam di Tambang Inkonvensional ( TI ) Apung di perairan Dusun Penganak, Desa Air Gantang Kecamatan Parittiga.

Berdasarkan informasi yang didapat kabarbangka.com, korban bernama Ramlan, pria berusia 34 tahun. Ramlan meninggal dunia saat sedang menyelam pada Sabtu ( 19/9/2020 ) di perairan Pulau Perut, Dusun Penganak, Desa Air Gantang.

Informasi dari sumber di lapangan menyebutkan, jenazah Ramlan telah dievakuasi tim dari TNI AL dan Polairud.

Kapolsek Jebus, AKP Muhammad Saleh saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp membenarkan kejadian tersebut dengan komentar singkat.

” Iyo mang ado,” balas Kapolsek AKP Muhammad Soleh, Minggu ( 20/9 ).

Sementara itu Kepala Desa Air Gantang, Alikan juga membenarkan kejadian laka tambang maut tersebut. Menurut dia, peristiwa nahas itu terjadi dua hari yang lalu.

Alikan mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di Pangkalpinang dan tidak melihat langsung. Korbannya pun sebut dia, bukan warga Desa Air Gantang, tapi warga Desa Air Kuang.

Namun Alikan tidak menampik bahwa lokasi TI Apung yang ia sebut ilegal itu berada di wilayah desanya.

” Itu bukan warga saya, warga Air Kuang itu, dia numpang makan aja disitu Pak, kerja aja di Penganak. Kejadiannya sudah dua hari, kemaren dulu. TI di laut, tapi tempat keberadaanya saya nggak tahu, cuma informasinya di laut, mereka juga tidak pernah lapor saya. Saya nggak tahu, itu kan TI ilegal,” kata Alikan saat dihubungi via telepon, Minggu ( 20/9 ) malam.

Begitu pula saat jenazah korban dievakuasi, Alikan mengaku tidak menyaksikan.

” Evakuasi jenazah saya nggak tahu, saya di Pangkalpinang, kan bukan jam kerja. Aslinya dia orang mana saya tidak tahu, tanyakan sama Kades Air Kuang. Sudah dievakuasi dibawa ke Air Kuang katanya kan gitu,” tutupnya. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan