oleh

Limbah Tapioka Bisa Diolah Jadi Pupuk Organik, Bisa Juga Diolah Jadi Pakan Ternak

BANGKA — Sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan pupuk organik, yaitu pupuk yang diolah dari limbah pabrik, limbah buah-buahan atau limbah sayur-sayuran. Mayoritas masyarakat kita masih familiar dan lebih banyak menggunakan pupuk kimia.

Nah, PT Suci Artha Prestasi, sebuah perusahaan lokal yang berencana mengolah limbah pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri, menjadi pupuk organik tersebut.

Senin (23/03/2020) petang, redaksi media ini berkesempatan mewawancarai Ihsan, tenaga ahli di PT Suci Artha Prestasi, yang menangani masalah Vertilizer pada proses pembuatan pupuk organik dimaksud.

Gimana awalnya berminat membuat pupuk dari limbah tapioka? “Jadi gini, yang jelas di sini bahan baku banyak. Dan itu sebenarnya bisa diolah (menjadi) sangat banyak. Kita main di (pupuk) berbasis organik itu, pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, daripada (pupuk) kimia. Terus, pengolahan. Di sini memang kita pakai system permentasi, karena kita tidak memakai (zat) kimia. Cuma memang satu kendala, mungkin permasalahan yang ada di permentasi itu, masalah waktu. Jadi, tidak ada yang instan di permentasi itu. Tetapi efeknya nanti, dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, itu sangat luas sekali”.

Itu nanti jadinya pupuk cair atau gimana? “Iya,jadinya pupuk cair”.

Pupuk organik itu bisa digunakan untuk tumbuhan apa saja nanti? “Bisa semua. Mungkin nanti kita aka nada spesifikasi khusus, mungkin ini untuk tanaman vegetative, ini untuk tanaman generative, baru kita nanti macth. Mungkin nanti kita ada di support”.

Untuk membangun pengolahan limbah menjadi pupuk organik itu, kira-kira dibutuhkan investasi berapa besar? “Nah, ini lagi kita bicarakan masalah ini pak. Karena kemarin kita sudah mengambil beberapa sampling, baik yang sudah jadi limbah, maupun yang fresh dari pabrik (PT BAA). Sample sudah saya ambil, ini sedang dalam proses pengujian. Artinya yang dari fresh itu kira-kira (jadinya) bagaimana? (Yang) dari limbah bagaimana? Nanti kedepan kita mau mengolahnya bagaimana? Apalagi di sini sudah ada reactor biogas, ini memang saling berkaitan. Jadipun saya tidak bisa mengambil suatu keputusan yang segampang membalik tangan, karena memang dua hal ini berkaitan. Tetapi ketika kita putus satu rantai, maka akan berefek pada rantai yang lain. Karena di sini sudah terjadi sirkulasi satu system, dari pengolahan limbah ke biogas”.

Untuk tenaga kerja, kalau pengolahan pupuk organik itu, butuh berapa orang? “Untuk di langkah awal, mungkin perlu 10-an orang sudah cukup. Karena kita kan ada di mic dengan limbah buah. Kita manfaatkan limbah buah yang ada di sini, artinya untuk membantu. Jadi limbah-limbah buah yang ada di sekitar sini, kita kumpulin, kita permentasikan untuk support”.

Termasuk limbah buah-buahan yang tidak laku di pasar? “Betul, betul, betul! Dicampur dengan bahan baku yang dari sini”.

Harga jualnya setelah jadi gimana? Per liter atau gimana? “Iya, hitungan liter. Untuk tester, kita bisa bagi ke petani, kita uji cuba kan, kita buktikan. Sambil kita sosialisasikan ke masyarakat. Karena terus terang, masalah (pupuk) permentasi, mungkin masih banyak yang awam. Kebanyakan para petani kita itu pengen instan, pakai kimia, ternyata efek ke belakangnya itu kurang bagus”.

Rencana lokasi pembuatan pupuk organik ini di mana? “Di sini juga. Kalau memang memungkinkan kita bisa ada lokasi di luar area sini, mungkin itu untuk pengembangannya nanti. Kita secara bertahap, karena namanya limbah juga sudah berjalan, system di sini sudah berjalan. Kita mulai dari awal, jadi kita coba masuk di sini, mudah-mudahan bisa”.

Apakah benar produk hilir dari pupuk organik ini bisa untuk pakan ternak? “Itu betul pak. Memang setelah diolah jadi pupuk organik, itu kan ada yang namanya limbah padat. Nah, limbah padat ini yang nanti diolah untuk jadi pakan ternah. Bisa juga digunakan di sektor perikanan”.

Nah, sudah cukup jelas, ya? Semoga para petani bisa mulai beralih ke pupuk organik, yang akan membantu menekan biaya produksi cukup signifikan daripada penggunaan pupuk kimia. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan