oleh

Lurah Tuatunu: Kami Tidak Pernah Menghambat Pengurusan Surat Warga

-Tak Berkategori

PANGKALPINANG — Warga Kelurahan Tuatunu Indah belakangan ini mengeluhkan soal pelayanan surat menyurat di kantor pelayanan publik yang beralamat di Jalan Kampung Melayu RT/RW 08/03, Senin (02/09/2019).

Berdasarkan keterangan seorang warga Tuatunu, Jml yang akan membuat surat keterangan hak usaha atas tanah (SKHUAT) miliknya. Ia menuturkan sudah hampir 2 minggu ini bolak-balik Kelurahan Tuatunu dan Kecamatan Gerunggang. Semata-mata demi menemui pihak lurah.

“Mau urus surat keterangan tanah ke Pak Lurah, tapi agak susah ketemu,” katanya.

Ia melanjutkan, dalam pertemuan di ruang kelurahan pada Jumat (30/08) kemarin, Lurah Hasani justru menyangkal telah menghambat warga dalam masalah kepengurusan surat-surat ataupun surat keterangan hak usaha atas tanah. 

Pihak Lurah ketika dimintai komentarnya langsung menampik sinyalemen keluhan warga, karena hal itu disebabkan kesibukan dirinya dalam menjalankan tugas sebagai lurah. “Gak ada saya menghambat-hambat soal surat, tapi karena saya banyak agenda acara jadi memang agak sulit bertemu dengan warga,” kata Lurah.

Sementara itu, soal lahan warga atas nama Jml, lanjutnya, Ia sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi lainnya. Diantaranya adalah pihak yang dulu mengklaim di lahan yang sama, dan sempat ada preseden tidak baik antara warga tersebut.

“Saya tetap akan panggil, karena informasinya kan sempat ribut-ribut soal lahan tersebut, dan ini bentuk kehati-hatian pihak kami dan Kecamatan terkait SKHUAT lahan warga,” tegas Lurah Hasani pada wartawan. 

Pernyataan Lurah ini segera disangkal oleh Jml warga RT 06/02 Kelurahan Tuatunu yang sedang mengurus berkas SKHUAT lahan miliknya. Ia menjelaskan bahwa keterangan Lurah Hasani tadi tidak akurat. 

Bukan seperti itu faktanya, terang Jml, justru waktu itu persoalan sudah selesai dengan adanya surat pernyataan dan perlu diketahui, diatas lahan itu telah ada tanam tumbuh selama kurang lebih 14 tahun, sekarang memang sudah dirapikan karena akan dibuat SKHUAT.

“Jadi begini, waktu itu pihak yang bersengketa sudah dimediasi oleh pihak Kepolisian, saksinya Kapolsek Gerunggang, jadi kalau Pak Lurah bilang ada ribut-ribut tadi, sebenarnya sudah dari dulu selesai, karena saya punya bukti surat pernyataan dari pihak yang dulu mengklaim lahan, bahwa benar itu adalah lahan saya,” urai Jml, Senin (02/09/2019).

Surat pernyataan tanggal 05 Oktober 2015. (sumber istimewa)

Surat pernyataan bertanggal 05 Oktober 2015 tadi, Jml melanjutkan, saat itu proses penandatanganan disaksikan oleh pihak RT dan RW setempat. Isinya adalah bentuk pernyataan dari pihak yang mengklaim lahan miliknya.

“Bahwa dia mengaku dengan tanda tangan diatas materai tidak pernah mengetahui, memiliki apalagi menjual lahan milik saya. Jadi saya pikir sudah jelas semua,” imbuh Jml.

Sebelumnya, Camat Gerunggang Khotaman Barka saat dikonfirmasi wartawan terkait adanya keluhan warga soal perilaku Lurah Tuatunu dalam kepengurusan surat menyurat warganya, menjawab diplomatis. Pihaknya menunggu klarifikasi dari pihak kelurahan terkait status lahan warga yang akan diurus berkasnya. 

“Iya coba hubungi pihak Lurah dulu, kalau di tempat kami (Kecamatan), begitu ada pengesahan lurah dan sudah dilakukan pengecekan serta pengukuran di lapangan, biasanya prosesnya cepat dan mudah,” ujar Camat Gerunggang di kantornya. (Red/3)

Komentar

Tinggalkan Balasan