oleh

Lurah Tuatunu: Syarat Warga Dapatkan Sertifikat PRONA Mudah, Asal Usul Lahan Jelas

PANGKALPINANG — Dalam salah satu kunjungan ke Bangka Belitung, Presiden Jokowi mengatakan, dirinya sering mendapat pengaduan dari warga tentang masalah sengketa kepemilikan tanah saat kunjungan ke daerah. Sengketa itu tidak saja antarwarga, tetapi juga antara masyarakat dengan institusi, baik perusahaan maupun pemerintahan.

“Yang masuk ke telinga saya sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, dan konflik lahan, ada tetangga dengan tetangga, ada masyarakat dengan masyarakat, ada antarsaudara, ada masyarakat dengan pemerintah, atau masyarakat dengan perusahaan karena apa? Masyarakat tidak pegang sertifikat tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” kata Jokowi, dikutip Antara, Kamis yang lalu (14/03/2019).

Sementara itu, dalam penyerahan sertifikat PRONA pada warga Pangkalpinang yang diserahkan secara simbolis pada saat itu mencapai jumlah 806 penerima sertifikat.

“Untuk kuota penerima sendiri sebenarnya ada ribuan, walau diberikan secara berjenjang, ini berdasarkan data yang diberikan BPN pada kami” kata Lurah Tuatunu Hasan, saat dikonfirmasi terkait program Sertifikat PRONA di kantornya, Senin (19/08/2019).

Lurah Tuatunu menambahkan, dalam prosesnya penerima program sertifikat PRONA tadi juga memiliki beberapa persyaratan, diantaranya adalah asal usul tanah yang jelas.

“Memang saat kemarin ada instruksi, bahwa program ini tidak dipungut biaya dan bagi masyarakat yang ingin mengurus sertifikat tadi syaratnya cukup mudah, yaitu asal usul tanah yang jelas, dia harus ada alasan kepemilikan lahan, dan juga lahan tersebut tidak tumpang tindih,” jelas Lurah Tuatunu.

Pada kesempatan tadi, pihak Kelurahan Tuatunu sekaligus menghimbau pada masyarakat, agar di musim kemarau yang sekarang ini sedang melanda wilayah Provinsi Bangka Belitung. Untuk tidak sembarangan membakar lahan.

“Karena angin kan sekarang kuat (berhembus), jadi bisa berpotensi api menjalar ke belukar yang kering dan mudah terbakar api,” pesan Lurah Tuatunu. (Red/3)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed