oleh

Mahasisiwi Asal Negara Tetangga Sukai Kuliner Khas Bangka

BANGKA — Inge Aarts (22) mahasiswi dari Negara Belanda salah satu mahasiswi yang tergabung dalam Association International des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) menyukai kuliner khas Bangka yaitu kemplang.

“ Saya suka makanan di sini (Bangka-red), seperti kemplang, kerupuk. Saya belum pernah merasakan rasa seperti itu sebelumnya,” kata Inge Aarts ketika ditemui disela kegiatan mahasiswa/i Association International des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC), kamis (21/02/2019) di ruang pertemuan Kantor Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Bangka, Kamis (21/02/2019).

Kemplang sendiri merupakan oleh-oleh khas Bangka, yang dibuat dari bahan dasar daging ikan tenggiri dan tepung tapioka. Selain itu, kemplang juga bisa dibuat dari bahan dasar lainnya seperti dari daging udang atau cumi-cumi. Dalam pembuatannya, kemplang dibuat berbentuk bulat-pipih dengan rasa yang gurih dan renyah saat digigit. Saat menikmatinya, kemplang biasa dipadukan dengan sambal terasi khas Bangka.

“ Saya juga suka sate. Rasanya enak, bumbunya berbeda dengan makanan yang biasa saya makan,” katanya.

Selain itu, Inge juga menyampaikan kesan-kesan lainnya selama duapuluh empat (24) hari berada di Kabupaten Bangka, sejak diterima Bupati Bangka yang diwakili Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Zulkarnain Idrus, selasa (29/1/2019) yang lalu di ruangan OR.Bina Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka.

“ Orang-orang disini sangat bersahabat. Mereka selalu mengundang kami, misalnya untuk makan dirumah mereka. Mereka sangat ramah, kalau bertemu kami, mereka biasanya mengajak ngobrol, tapi kadang saya kesusahan karena saya tidak mengerti bahasa Indonesia, tapi ada teman-teman yang membantu menterjemahkan, jadi saya tertolong, Intinya mereka sangat ramah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, cuaca di Kabupaten Bangka panas, berbeda dengan cuaca di Negaranya, yang memiliki empat musim.

“ Tapi menurut saya menyenangkan karena sinar matahari, jadi saya bisa ke pantai. Saya sangat suka dengan sinar matahari,” ungkapnya lagi.

Dikesempatan tersebut, Inge datang bersama delapan (8) teman-temannya, seperti Selsabil Chebouba dari Negara Aljazair, Mariana Pyrkolou dari Negara Yunani, Karine Le Constant dari Negara Perancis, Kajol Patel dari Negara New Zealand, Lakhsay Dalla dari Negara India, Ahmed Mahmoud dari Negara Mesir, Joaquim Vandellos dari Negara Spanyol, serta Leonardo Tevoniuk dari Negara Brazil, adapun Max Jonathan teman satu Negara Inge dari Negara Belanda, tidak hadir pada kegiatan tersebut dikarenakan sakit.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kabupaten Bangka, yang diwakili Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Suryani, menyambut baik kedatangan rombongan mahasiswa AIESEC tersebut di kantornya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menjamu kedatangan tamunya tersebut dengan kuliner khas Bangka juga seperti bakwan, dan jejemput (gorengan-red) cempedak.

“ Kami menyambut baik kedatangan mereka di kantor kami ini. Para mahasiswa AIESEC ini, basecamp nya di Kantor Desa Rebo, namun dikarenakan ada kegiatan di Desa tersebut, para mahasiswa ini, pada hari ini berada di kantor kami,” jelasnya.

Keberadaan para mahasiswa AIESEC tersebut, akan berada di Bangka sampai dengan tanggal 8 Maret 2019 nanti. (Rilis)

Sumber : Dinas Kominfotik Pemkab Bangka

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed