oleh

Mahasiswa KKN UPGRIS 2020, Memberdayakan Masyarakat Kelurahan Palebon Mengenai Zero Waste Limbah Rumah Tangga

KOTA SEMARANG — Kegiatan ini oleh mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang, dilaksanakan pada tanggal 1 januari 2020 di RT 07, RW 09 Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Workshop dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan arisan rutin warga RT 07, RW 09. Workshop ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UPGRIS 2020 di Kelurahan Palebon, yaitu bidang lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat untuk bebas atau mengurangi sampah melalui mengurangi limbah rumah tangga dengan cara penerapan zero waste 3R (reuse, reduce, and recycle) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainability development).

Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang dilaksanakan untuk memnuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemebuhan kebutuhan di masa depan. Pembangunan berkelanjutan mencakup kesetaraan antara 3 (tiga) perspektif dalam kehidupan yaitu aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Ketiga aspek tersebut merupakan paying setiap manusia dalam hidup. Salah satu kegiatan untuk memdukung pembangunan berkelanjutan yaitu mengurangi sampah (zero waste) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga (reuse, reduce, and recycle). Limbah rumah tangga secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu limbah organik dan anorganik.

“Pemanfaatan limbah organik dapat dibuat menjadi pupuk organic dan ecoprint, sedangkan limbah anorganik dapat menjadi ecobrick” tutur Bu Eny.

“Salah satu contoh pembangunan yang berkelanjutan yaitu adanya ecoprint, ecoprint merupakan produk dengan memanfaatkan pigmen yang terkandung pada daun (warna daun)” imbuhnya.

Tagline “buanglah sampah pada tempatnya” merupakan hal yang sangat familiar untuk masyarakat Indonesia. Akan tetapi, pada zaman sekarang ini takline tersebut harus ada pembangunan dan pemgembangan yaitu melalui penerapan zero waste dengan 3R (reuse, reduce, and rcycle).

Hal ini sampah atau limbah rumah tangga yang di kumpulkan dari hari demi hari dapat menjadi melimpah sehingga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan maupun kesehatan. Adanya penerapan zero waste dengan 3R dapat memanfaatkan barang yang tak berguna menjadi berguna lagi.

“Limbah organik seperti sayuran, buah-buahan, dan nasi basi dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organic cair, sedangkan limah anorganik seperti plastic kresek, botol plastic dls dapat dibuat menjadi ecobrick” tutur Yayan (panggilan Priyantoro).

“Pemanfaatan limbah rumah tangga tersebut dapat diaplikasikan untuk membuat taman yaitu ecobrick, kemudian pupuk organic cair dimanfaatkan untuk memberi nutrisi tanaman pad ataman tersebut” imbuh Yayan. (Rilis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed