oleh

Masyarakat Dihimbau Tidak Berjualan Diatas Trotoar

PANGKALPINANG — Walikota Pangkalpinang, H. Maulan Aklil, memberikan himbauan tentang larangan berjualan diatas trotoar kepada masyarakat. Himbauan itu disampaikannya, usai kegiatan Jum’at Bahagia di Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, Jumat (20/09/2019) siang.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kota Pangkalpinang, karena sudah ada Peraturan Daerah yang ditetapkan pemerintah.

“Sesuai dengan janji kami kemarin, bahwa kami sudah memulai untuk penegakkan Perda Kota Pangkalpinang. Tetap kita adakan itu untuk himbauan persuasif dengan masyarakat. Itu sudah berjalan dan sudah dipasang spanduknya di pinggiran jalan,” ungkapna.

Masih lanjutnya, Ia menegaskan kepada masyarakat untuk tidak berjualan diatas trotoar, dikarenakan demi kenyamanan bersama.

“Tidak boleh diatas trotoar kalau berjualan. Kemarin juga sudah kita mulai tertibkan, sedikit demi sedikit. Tapi tetap persuasif, jangan sampai ada friksi yang keras. Ini kan tugas kami hanya menegakkan Perda, tidak ada kepentingan yang lain. Ini kami lakukan juga untuk kenyamanan masyarakat,” kata Molen.

Ia juga menambahkan, akan berencana menyediakan beberapa lokasi untuk masyarakat dalam berjualan.

“Ada nanti tempat yang akan kami buat sebetulnya di beberapa lokasi. Untuk sekarang jangan kita buka dulu, nanti banyak broker – broker. Insya Allah Itu nanti ada,” ujarnya.

Bunyi Perda yang telah dikeluarkan tentang dilarang melakukan usaha di jalan, trotoar, taman, jalur hijau, diatas saluran air, bantaran sungai, dan sarana umum lainnya dengan menggunakan sarana bergerak maupun tidak bergerak. Aturan ini tertuang dalam Perda Nomor 7 tahun 2019 dan pelanggar yang tidak mentaati aturan berlaku bisa dikenakan sanksi administrasi pembebanan biaya paksa penegakan perda paling banyak Rp 500.000 atau sanksi pidana kurungan tiga bulan atau denda paling banyak Rp 5 juta.

Dalam hal lain, Ia juga sempat mengatakan tentang beredarnya Alfamart, dalam membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat.

“Itu belum, Alfamart mengurus izin saja belum. Saya sendiri juga tidak tahu, siapa yang punya kerjaan itu. Indomaret saja baru satu titik yang kami izinkan, yang lainnya belum ada,” tukasnya. (Mg/1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed