oleh

Masyarakat Harus Teliti Sebelum Membeli Dan Mengkonsumsi Jajanan

AKP Andri Eko Setiawan, S.IK

BANGKA TENGAH — Kasus ayam goreng tepung diduga berulat yang terjadi di Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, kini menjadi perhatian khusus Kapolsek Koba. Makanan cepat saji itu dijual oleh salah satu produsen makanan cepat saji ternama, yang membuka cabang usahanya di Koba.

Kasus itu terjadi Sabtu (23/02/2019) lalu, yang mana Polsek Koba menerima laporan FA warga Koba, yang membeli empat potong ayam goreng tepung di tempat penjualan makanan cepat saji yang diduga milik WS, warga Sungailiat, Kabupaten Bangka. Namun pada salah satu potongan ayam tersebut diduga ada ulat, dan kondisi ayam fried chiken tersebut berbau tidak sedap.

Adanya kejadian tersebut, Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang, melalui Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan menghimbau kepada seluruh warga dan para pedagang yang berada di Kota Koba, Bangka Tengah, agar selalu berhati – hati dalam membeli jajanan diluar. Dan kepada pedagang untuk selalu menjaga kebersihannya barang jualannya, jangan sampai merugikan konsumen.

“Saya ingatkan kepada masyarakat selaku konsumen, agar selalu berhati – hati dan waspada setiap membeli atau mengkonsumsi makanan yangg beredar di lingkungan kita. Harus lebih teliti apakah makanan itu sehat dan layak dikonsumsi? Supaya tidak ada lagi kejadian serupa,” ucapnya, Senin (25/02/2019) di ruang kerjanya.

Dirinya juga meminta kepada pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait, untuk lebih ketat lagi dalam pengawasan maupun pengecekan makanan yang diperjualbelikan di masyarakat.

Belum ada komentar resmi dari WS yang diduga pemilik CFC Koba, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan masih diupayakan konfirmasinya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed