oleh

Masyarakat Tanjung Laut Resah Kerap Diterjang Banjir Rob

BANGKA BARAT — Beberapa waktu belakangan ini masyarakat Tanjung Laut, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok kerap diterjang banjir rob. Tercatat sejak tahun sebelumnya hingga 2022 ini, kediaman mereka sudah beberapa kali terendam banjir akibat naiknya air laut tersebut.

Keadaan itu membuat mereka resah dan tidak tenang, apalagi saat hujan mengguyur tanpa henti dan air laut sedang pasang.

Menurut warga, talud yang rendah dan sudah dalam keadaan rusak menjadi salah satu penyebabnya. Mereka minta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk segera memperbaiki talud tersebut.

Menurut Aina ( 36 ), warga Kampung Tanjung Laut, selain perbaikan talud, penanaman tumbuhan mangrove sangat diperlukan agar bisa memecah gelombang dan air tidak menerjang kediaman mereka.

” Di sini ratusan keluarga resah kalau air pasang dan gelombang tinggi. Kita nggak bisa tidur takut air tiba – tiba besar dan masuk ke rumah,” ujar Aina, di kediamannya, Selasa ( 21/6 ).

” Warga resah kalau air pasang besar. Kami bimbang untuk tidur takut air laut tiba – tiba besar dan kami harus mengangkat barang – barang ke tempat lebih tinggi biar tidak terendam,” sambungnya.

Kendati Pemkab sudah menyiapkan tempat berteduh sambil menunggu air surut, menurut Aina hal itu tidak banyak membantu, sebab warga tidak mungkin mengharapkan bantuan seperti itu sampai seterusnya. Mereka hanya ingin tenang tanpa dihantui banjir rob yang bisa datang tanpa diduga.

” Kami harapkan pemerintah untuk meninjau dan ada tindakan untuk memperbaiki talud penahan air laut ini. Sedangkan saat ini talud atau dam penahan air laut pasang sudah rusak,” ujarnya.

Aina berharap setidaknya Pemkab segera mengambil langkah – langkah untuk memperbaiki talud yang rusak. Keadaan itu pun sudah sering ia bagikan ke media sosial, harapannya ada tindak lanjut dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.

” Sudah sering saya foto dan video dan saya share ke media sosial. Kami minta pemerintah segera ditindaklanjuti. Kami takut asal air laut pasang rumah kami terendam, bahkan airnya sampai pinggang,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming mengatakan, dalam waktu dekat Pemda berencana membuat talud sementara untuk pemecah gelombang.

Tujuannya agar air laut tidak sampai masuk merendam kediaman warga pesisir di Kampung Tanjung Laut.

Menurut Wabup, rencana tersebut akan melibatkan BPBD kabupaten berkoordinasi dengan BPBD provinsi.

” Kami akan lakukan perbaikan talud yang rusak. Nanti melalui BPBD kabupaten dan BPBD provinsi akan berkoordinasi untuk pembuatan bangunan itu supaya air tidak menghantam tanggul yang rusak,” ujar Bong Ming Ming di ruang kerjanya. ( SK )