oleh

Melapor Jadi Korban Begal, Ternyata Karta Bohong! Faktanya Kalah Main Judi

Kabag Ops Polres Bangka AKP Faisal Fatsey, Kapolsek Merawang IPTU Yudha Prakoso, Kanit Reskrim IPDA Cecep, dan Kartawijaya Kusuma (jakat hitam), saat konferensi pers di Mapolsek Merawang, Minggu (02/06/2019) petang.

BANGKA — Sabtu (01/06/2019) malam kemarin, Kartawijaya Kusuma alias Karta mendatangi Polsek Merawang. Kepada polisi Dia mengaku jadi korban pencurian dengan kekerasan yang kerap disebut Begal, saat melintas di jembatan Desa Jurung, Kecamatan Merawang.

Dalam laporannya, Karta mengaku kehilangan uang tunai dua juta rupiah dan satu unit handphone Nokia. Namun ternyata, Karta telah berbohong dengan memberikan keterangan palsu kepada polisi dan istrinya.

Terungkapnya kebohongan Karta itu disampaikan Kapolres Bangka melalui Kabag Ops AKP Faisal Fatsey, Minggu (02/06/2019) petang.

“Selamat Sore, diinformasikan kepada rekan-rekan pers / media di group ini, berkaitan dengan kejadian curas (begal) tadi malam yang dilaporkan oleh korban Kartawijaya Kusuma alias Karta ke Polsek Merawang. Informasi dari Kapolsek Merawang bahwa telah dilakukan penyelidikan kasus tersebut, sehingga terkuak fakta bahwa laporan yang dilaporkan tersebut palsu (Bohong),” ungkap AKP Faisal Fatsey, seraya mengundang awak media untuk datang ke Polsek Merawang, berkaitan publikasi keterangan palsu Karta tersebut.

“Untuk itu Saya mengundang kawan-kawan media untuk datang ke Polsek Merawang pada pukul 15.30 WIB atau selesai sholat Ashar, untuk mempublikasi keterangan korban terkait dengan laporan palsu pencurian dengan kekerasan tersebut,” demikian AKP Faisal.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Merawang IPTU Yudha Prakoso seizin Kapolres Bangka, membenarkan adanya kabar laporan dan keterangan palsu tersebut. Menurutnya, pada Minggu (02/06/2019) pagi, Kartawijaya alias Karta kembali dimintai keterangan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut terhadap laporan Dia tadi malam.

“Terungkapnya (kebohongan Karta) tadi pagi. Kita ajak ngomong, ngobrol, semua keterangan-keterangannya kita kejar terus. Akhirnya Dia ngaku, bahwa memang nggak ada kejadian (begal) itu,” ungkap IPTU Yudha Prakoso via ponselnya, Minggu malam.

IPTU Yudha Prakoso menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan Karta, sebenarnya uang itu habis bukan karena diambil begal, tapi kalah main judi. Diduga takut dimarahi istrinya, sehingga Karta nekad berbohong, dengan mengaku jadi korban begal.

“Motivasinya, Dia itu kalah main judi. Jadi bingung Dia pulang, takut sama istrinya juga kayaknya,” jelasnya.

Untuk kasus kebohongan Karta, lanjut IPTU Yudha Prakoso, pihaknya masih berkoordinasi dengan Polres Bangka. Sebab, jika kasus laporan dan keterangan palsu itu dilanjutkan, pihaknya yang akan jadi saksi, sementara perkaranya ditangani Satreskrim Polres Bangka.

Pada berita sebelumnya, penyidik Unit Reskrim Polsek Merawang sudah curiga terhadap sejumlah kejanggalan dalam laporan dan keterangan Karta.

Menurut Kanit Reskrim IPDA Cecep, seizin Kapolsek Merawang mengatakan, ada yang janggal dalam keterangan Karta. Karena pada saat kejadian di TKP, kelima pelaku itu tidak mengeluarkan sepatah katapun.

Namun sebagai polisi yang bertugas mengayomi dan melindungi masyarakat, pihaknya tetap menerima laporan Karta untuk ditindaklanjuti.

Redaksi media ini masih berupaya menghubungi Kartawijaya alias Karta, untuk konfirmasi lebih lanjut. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan