oleh

Mengenalkan Ilmu Sains Melalui Kreatifitas Anak Usia Dini

Muthi’atun Nur Iftitah
Mahasiswa PIAUD STAINU Temanggung

Anak usia dini merupakan anak yang sedang berada di usia emas atau biasa disebut dengan golden age. Pada usia ini, semua aspek perkembangan anak berkembang dengan begitu cepat. Jika anak tidak diberi stimulasi dengan baik, maka aspek perkembangan anak tidak berkembang dengan baik. Untuk mencapai perkembangan aspek perkembangan anak yang baik, dibutuhkan pembelajaran yang dapat menstimulus perkembangan aspek tersebut. Contoh aspek perkembangan kognitif dan kreativitas anak, lebih khususnya dibidang sains. Sejak dini anak harus diperkenalkan dengan pengetahuan-pengetahuan sains, tujuannya agar aspek perkembangan kognitif anak dapat berkembang dengan baik. Pengenalan pengetahuan sains dapat berupa kegiatan eksperimen untuk AUD seperti eksperimen proses terbentuknya pelangi. Dengan melakukan eksperimen tersebut anak dapat mengetahui bagaimana terjadinya pelangi, dari eksperimen tersebut anak dapat mengetahui sehingga berkembang aspek perkembangan kreativitas anak.

S.C.U.Munandar mengemukakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsurunsur yang ada, dimana berdasarkan data atau informasi yang tersedia dapat ditemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah.

Kreativitas dapat dimulai dari gagasan yang interaktif. Bagi anak-anak, dorongan dari luar diperlukan untuk memerlihatkan suatu gagasan. Dalam hal ini, orangtua banyak berperan. Dengan penghargaan diri, komunikasi dialogis dan kemampuan mendengar aktif maka anak akan merasa dipercaya, dihargai, diperhatikan, dikasihi, didengarkan, dimengerti, didukung, dilibatkan dan diterima segala kelemahan dan keterbatasannya. Dengan demikian, anak bisa memiliki dorongan yang kuat untuk berani dan lancar mengemukakan gagasan. Selain itu, untuk memotivasi anak agar lebih kreatif, harus diberikan perhatian yang lebih pada aktivitas yang tengah dilakukan anak.

Pelangi merupakan fenomena optik dan meteorologi yang menghasilkan spektrum cahaya yang hampir bersambung di langit apabila matahari bersinar setelah terjadi hujan. Pelangi terjadi karena pembiasan cahaya matahari (cahaya putih) yang melewati butiran-butiran air hujan (prisma) menjadi cahaya-cahaya monokromatik karena perbedaan panjang gelombang masing-masing cahaya. cahaya monokromatik terdiri dari cahaya tampak yaitu : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Sains untuk anak usia dini adalah suatu ilmu yang disusun secara sistematis yang terdiri dari konsep-konsep sains yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi di sekitar anak dan dekat dengan anak seperti, tenggelam, terapung, pelangi dan lain-lain.

Dengan eksperimem membuat pelangi ini, dapat menimbulkan rasa penasaran anak sehingga membakitkan rasa ingin tau anak, dan anak akan banyak bertanya kepada guru,dari bertanya anak akan mendapatkan jawaban yang akan menambah pengetahuan anak. Dengan kegiatan ini guru juga dapat meminta anak untuk menceritakan eksperimen yang telah di cobakan.

Eksperimen juga dapat mengembangkan kognitif anak, Dengan cara anak diberi kesempatan untuk mencoba sendiri eksperimen ini, dengan begitu anak akan berfikir bagai mana caranya agar menemukan pelangi di kertas manila mereka, dan mereka akan terus mencoba hingga dia berhasil.

Dengan pembelajaran sains juga dapat mengembangan afektif anak, karena dengan sains akan melahirkan anak-anak yang memiliki sikap ilmiah (kejujuran, tanggung jawab, disiplin, pantang menyerah, dll), selain itu dengan percobaan sains tentang fenomena-fenomena alam salah satunya pelangi juga dapat meningkatkan pemahaman anak akan adanya Tuhan YME, dan meningkatkan sikap religius anak.

Kreativitas merupakan suatu ungkapan yang tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi anak-anak pra sekolah yang selalu menciptakan sesuatu sesuai dengan fantasinya. Pengembangan kreativitas anak di TK perlu dikemas dengan strategi tertentu yang dapat mendorong munculnya kreativitas anak. Kreativitas pada anak di TK ditampilkan dalam berbagai bentuk, misalnya membuat gambar yang disukainya, bercerita, bermain peran, melakukan eksperimen sederhana. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan