MALANG RAYA — Menteri Pemudan dan Olahraga, Zainudin Amali, secara resmi membuka Pekan Olahraga Wartawan Nasional XIII di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin malam (21/11/2022).

Selain Menpora, nampak hadir dalam acara tersebut Dahlan Iskan, Ketua Umum PWI Pusat, Wakil Gubernur Jawa Timur, Pangdiv Kostrad, Kapolresta Malang Raya, Walikota Malang Raya, Bupati, serta seluruh Forpominda serta tamu undangan.

Tidak kurang 2200 atlet dan ofisial memadati Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan pekan olahraga wartawan nasional XIII ini.

Lutfi hakim, Ketua Panitia Porwanas XIII Malang, Jawa timur tahun 2022 dalam laporannya menyampaikan, sebanya 11 cabang olahraga yang dipertandingkan di porwanas Malang menghadirkan sekitar 6000 tamu dari 34 provinsi se Indonesia.

Dikatakannya, ada yang sangat prestisius dalam pelaksanaan kegiatan porwanas kali ini, dimana baru dua hari kedatangan para wartawan ke Kota Malang, uang beredar meningkat hingga Rp1 Triliun.

“Profesi jurrnalis itu harus jujur dan sportif, baik dalam mencari berita. Apalagi PWI cikal bakal terbentuknya KONI atas dasar pemikiran wartawan. Dimana organisasi ini menguatkan hubungan pemerintah dan jurnalis,” katanya.

Atal Sembiring Depari, Ketua Umum PWI pusat menyampaikan, ada 35 kontingan atlet profesional yang kompeten yang telah menyelesaikan UKW, hadir di Malang dengan sportif.

“Saya menyampaikan terima kasih kepala gubernur yang telah dengan luar biasanya mensupport kegiatan porwanas. Porwanas akan terus bergulir mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengisyaratkan profesi wartawan sebagai pelita bangsa ikut menyehatkan kehidupan berbangsa.

“Semoga kota malang akan mengukir memori dan nostalgia yang indah bagi seluruh insan pers yang menghadiri acara porwanas” katanya.

Semantara itu Menpora Zainudin Amali, menyampaikan salam hangat dari Presiden RI Joko Widodo kepada seluruh wartawan yang hadir di Porwanas Malang ini.

Dikatakannya, hulu dari olahraga adalah kebugaran dan hilirnya adalah prestasi. Olahraga sangat penting untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang berujung pada meningkatnya pertumbuhan perekonomian nasional.

“Jawa Timur adalah satu di antara beberapa sentra pelatihan atlet bertalenta, dimulai dari usia 12 tahun. Kita pusatkan di 4 perguruan tinggi yang dulunya IKIP, karena di universitas ini memiliki fakultas olahraga,” katanya. (Irfan)