oleh

Menuntut Emansipasi Demi Terwujudnya Peranan Wanita di Era Globalisasi

Oleh: Anggie Febriola
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Wanita selalu dikatakan sebagai kaum lemah dan hanya dianggap sebagai pelengkap hidup laki-laki. Masih banyak orang yang berspekulasi bahwa wanita hanya bekerja di dalam rumah mengurus pekerjaan rumah tangga, dan kodrat wanita hanya ada empat yaitu haid, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Anggapan ini tentu sudah turun-temurunterdengar pada anak cucu sehingga banyak hal tentang wanita yang masih dianggap sepele.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa emansipasi wanita adalah proses dimana wanita menaikkan derajatnya dari kedudukan sosial ekonomi yang mengekang kebebasannya untuk berkembang lebih maju. Berbicara tentang emansipasi wanita, tentunya tak luput dari ingatan kita terhadap R.A Kartini sebagai sosok yang terus berjuang demi meningkatkan derajat perempuan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Bisa dilihat pada sejarah kita zaman dulu, hanya orang-orang yang bergelar bangsawan yang bisa menempuh pendidikan. Hal ini tentu mendorong R.A Kartini untuk memperjuangkan haknya sebagai wanita agar terus berkembang dan membuka kesempatan yang sama bagi wanita lain.

Namun seiring perkembangan zaman, sudah banyak yang mengakui dan sadar tentang kesetaraan gender. Bahwa hak dan kewajiban wanita tidak lebih rendah dibandingkan pria. Pentingnya pendidikan untuk wanita saat ini tentunya menjadi sebuah keharusan sehingga dapat membawa dirinya setara dengan kaum laki-laki, dan diharapkan dapat menjadi agen perubahan selanjutnya demi perubahan nasional.

Hal ini sudah banyak dibuktikan dengan banyaknya profesi yang bisa di ambil alih oleh kaum perempuan seperti menjadi polisi, tentara, dokter, pilot, dan sebagainya. Kemampuan dan keterampilan seorang wanita bisa di sama ratakan dengan pria jika seorang wanita mampu menggali potensi yang ada di dalam dirinya. Itulah mengapa pendidikan sangat penting bagi seorang wanita.

Di era globalisasi seperti saat ini,peranan wanita sangat dibutuhkan dalam membangun tuntutan perubahan nasional. Diharapkan para wanita mampu membangun stabilitas nasional dengan upaya memberdayakan perempuan Indonesia untuk terus berinovatif, kreatif serta mampu membangun strategi-strategi baru dalam kehidupannya.

Gerakan emansipasi wanita di Indonesia tentunya dapat membantu wanita untuk terus berkembang menjadi lebih baik. Wanita tidak harus selalu berperan di dalam rumahnya namun wanita sekarang bisa berperan di bidang manapun baik itu di bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Para wanita dapat berkiprah di bidang mana saja yang ia kuasai.

Banyak perempuan Indonesia yang dapat membuktikan bahwa era globalisasi justru menjadi era yang baik untuk memajukan bangsa ini. Tentunya dengan memiliki bekal pendidikan dan menggali potensi diri sendiri. Emansipasi wanita di era globalisasi juga dituntut untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan generasi yang terombang-ambing dalam pergaulan bebas dan memiliki pengaruh negatif bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsa dan negara. Harapan dan tujuan negara akan hancur jika generasi bangsa tidak turut serta dalam pembangunan nasional.

Maka dari itu dengan adanya emansipasi, keterlibatan wanita dalam berbagai bidang yang bersifat nasionalisme diharapkan mampu untuk memerangi efek negatif generasi bangsa dan turut membangun pembangunan nasional secara menyeluruh. Wanita sebagai salah satu elemen penting harus tetap mengambil peran di era ini agar dapat memberi contoh dan manfaat kepada orang lain. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan