oleh

Menyibak Geliat Prostitusi Terselubung Di Sungailiat

 177 total views

BANGKA — Masyarakat luas mengenal Sambung Giri di Desa Merawang, Kecamatan Merawang, sebagai eks lokalisasi, dimana praktek prostitusi sangat mudah ditemukan disana. Namun geliat prostitusi di Sungailiat, Ibu Kota Kabupaten Bangka, sepertinya agak luput dari perhatian publik.

Ada banyak cara atau modus operandi praktek prostitusi di KOTA BERTEMAN ini. Dimulai dari aplikasi MiChat, lalu janjian ketemu di Hotel, Penginapan, ada juga yang langsung di rumah kontrakan atau kost-kostan si ladies.

Dari penelusuran redaksi media ini, banyak ladies yang menggunakan aplikasi MiChat untuk memancing calon pelanggan. Ada yang memasang foto dirinya yang asli, tapi ada juga yang memasang foto model cantik. Semuanya bertujuan untuk menarik perhatian kaum pemburu kenikmatan.

“Open BO (booking order). Short Time (ST) Rp 400.000, Long Time (LT) Rp 1.000.000. Open VCS (video call sex), melayani yang serius aja,” demikian tertulis di profil sejumlah akun ladies di MiChat.

Ada juga yang open BO atau VCS yang pakai DP (down payment). Biasanya, DP dikisaran 20 persen – 50 persen dari tarif. Misalnya, tarif ST Rp 400.000, calon pelanggan wajib bayar DP sebesar Rp 100.000 – Rp 200.000.

“Kalau sudah transfer DP-nya, kirim aku bukti transfernya, ya? Terus, abang nunggu dimana? Atau adek tunggu di hotel (X) ini aja,” kata seorang ladies yang mengaku bernama Shelly belum lama ini, seraya menyebut nama salah satu hotel di Sungailiat.

Anda jangan mudah percaya dengan open BO atau VCS yang pakai DP! Karena bukan tidak mungkin itu hanya modus penipuan.

Prostitusi Merambah Panti Pijat

Hampir sama dengan praktek prostitusi di Hotel, Penginapan, Rumah Kontrakan atau Kost-kostan, prostitusi juga merambah sejumlah Panti Pijat yang ada di Kota Sungailiat.

Modusnya juga sama. Kebanyakan para ladies atau Pekerja Seks Komersil di sejumlah Panti Pijat itu menggaet calon pelanggannya via aplikasi MiChat. Namun ada juga pelanggan yang sudah kenal, lalu membawa temannya untuk menikmati kesenangan sesaat bersama ladies atau PSK di Panti Pijat tersebut.

Bedanya, para ladies atau PSK yang mangkal di Panti Pijat ini lebih terbuka. Mereka tidak pasang tarif tertentu. Juga tidak minta DP, baik untuk ST maupun LT. Calon pelanggan hanya diminta datang langsung ke Panti Pijat dimana si ladies bekerja. Harganya nego ditempat. Jika harga sudah sepakat, bisa dieksekusi di tempat Panti Pijat itu juga.

Namun ada juga ladies di Panti Pijat yang bisa dibawa keluar. Misalnya mau dibawa ke Hotel, Penginapan, atau mungkin ke rumah si pelanggan. Tapi ada biaya ekstra loh!

Pelanggan harus bayar minimal Rp 300.000 dimuka, untuk bisa bawa ladies keluar dari Panti Pijat. Uang itu disebut untuk biaya Booking Luar (BL).

“Kadang ada tamu (pelanggan) yang kurang nyaman maen (ML) disini, jadi ngajak ladiesnya keluar. Sama mami dibolehin aja, asal bayar duit BL Rp 300.000 untuk Short Time, waktunya tiga jam. Jadi sama BO-nya Rp 800.000. Kalau mau Long Time, uang BL-nya Rp 500.000. Jadi abang bayarnya Rp 1.500.000. Kalau BL/LT malam, mulai dari jam 11 malam sampai jam 7 pagi. Kalau mulainya dari pagi, ya, sampai sore jam 5-an gitu. Abang mau ST atau LT? Mau disini atau BL? Dijamin gak ngecewain bang, full servis,” ungkap Shella, seorang ladies disebuah Panti Pijat di kawasan Cendrawasih, Sungailiat.

Senada dengan Shella, ladies dengan nama Sari juga mengungkapkan hal serupa. Saat dihubungi redaksi media ini, Sari langsung to the point.

“Abang mau BO disini? Atau aku diajak keluar? Kalau mau ajak aku keluar, abang ke cas Rp 300.000, karena ini masih jam kerja sampai jam 11 malam. Tapi kalau sudah diluar jam kerja, aku kan udah pulang, bisa langsung ke tempat abang, dan abang gak kena biaya cas lagi,” ungkap Sari.

Sedikit berbeda dengan ladies yang mengaku bernama, Tika. Dia mengaku baru sebulan ini kerja freelance di salah satu Panti Pijat di kawasan Pasar Sungailiat. Di waktu siang, Tika bisa diajak kemana saja, tanpa harus bayar cas.

“Kalau siang bebas bang, mau diajak kemanapun oke saja, asal ada duitnya. Rumahku di Sungailiat inilah, jadi aku kerja pulang pergi, gak tinggal di Panti kayak yang lain,” seloroh Tika seraya tertawa.

Tapi jangan ketipu loh, gaes! Rata-rata ladies atau PSK di Panti Pijat itu dibekali dengan peralatan dan keterampilan memijat. Tujuannya untuk mengelabui petugas, manakala ada pemeriksaan.

Dari cara berpakaiannya, sama sekali tidak nampak jika mereka adalah PSK. Cara berpakaiannya wajar dan sopan. Anda akan tahu jika mereka bisa “dipakai” setelah masuk ke dalam.

“Mau pijat biasa atau plus ML bang?” Itulah pertanyaan awal yang akan anda dengar.

“Kalau pijat biasa Rp 150.000 per jam. Kalau mau ML abang tambah lagi, jadi Rp 500.000,” jelas si ladies.

Dari penelusuran redaksi sepanjang Bulan Mei 2019, setidaknya ada tiga Panti Pijat di Sungailiat yang menyediakan ladies atau PSK untuk pijat plus. Modus mereka cukup rapi, dan agak sulit terdeteksi. Tapi melalui aplikasi MiChat, anda dengan mudah dapat menemukan mereka dan melakukan Booking Order. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed