oleh

MoU Pemkab Bateng dan TP PKK Untuk Ketahanan Pangan Keluarga

BANGKA TENGAH — Pemkab Bangka Tengah dan Tim TP PKK Kabupaten Bangka Tengah tandatangani nota kesepakatan tentang Ketahanan Pangan Keluarga bersama Kelompok Wanita Tani.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan dengan TP PKK merupakan salah satu upaya pemerintah daerah, dalam memperluas jangkauan kebutuhan pangan rumah tangga.

“Tujuan dari penandatanganan nota ini untuk mencukupi kebutuhan konsumsi keluarga melalui KWT,” ujarnya Jum’at (9/04)

Masyarakat dalam hal ini ibu-ibu bisa memanfaatkan lahan sempit disekitar rumah. Lanjutnya, di lahan sempit tersebut mereka bisa menanaminya dengan tanaman yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini ketersediaan dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sangat penting, karena kebutuhan itu pasti tinggi apalagi menjelang bulan Ramadhan ini, jadi pemanfaatan lahan salah satu solusi di tengah pandemi ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk penguatan pangan masyarakat pemerintah daerah berkewajiban mewujudkan ketersediaan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup dan aman.

“Untuk itu, pemerintah mendorong dan mendukung program penguatan pangan yang bermutu dan bergizi seimbang, baik itu di tingkat nasional maupun daerah termasuk pedesaan hingga perseorangan, dengan memanfaatkan sumber daya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Bateng, drg. Eva Fidia Lestari Algafry mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan ini tidak hanya dengan dinas pangan saja, akan tetapi juga akan di lakukan dengan OPD yang lain.

“Kerjasama ini bukan kepada dinas pangan saja tetapi dengan semua elemen, seperti, Camat, Kades, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu. Kalau kita tidak bekerjasama dan sama-sama bekerja, maka akan sulit mendapat hasil yang diharapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Eva, kebutuhan pangan keluarga merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat karena konsumsi tertinggi terletak pada kebutuhan keluarga khususnya tanaman bumbu-bumbuan.

“Kalau KWT telah memberdayakan potensi lahan tidur yang sempit diolah menjadi produktif, maka akan tercukupi konsumsi pangan keluarga, seperti cabe, bawang, daun bawang, kacang-kacangan, jagung, seledri, sayur-sayuran, kunyit, lengkuas dan sejenisnya. Minimal KWT maupun ibu-ibu rumah tangga bisa menanam dirumah sendiri,” pungkasnya. (Hari Yana)

News Feed