oleh

Nang Cik Kubur Senpi Rakitan Di Hutan Menumbing

BANGKA BARAT — Tersangka pelaku pengancaman dengan menggunkan senjata api rakitan, Nang Cik (31), tak berkutik saat dibekuk tim gabungan Buser Polres Bangka Barat dan Polsek Simpang Rimba.

Nang Cik yang memiliki sepucuk pistol rakitan, sebelumnya mengancam Arisandi (20) dan Anton (18), penambang TI Apung di perairan Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (05/08/2019) lalu.

Kapolres Bangka Barat melalui Kasat Reskrim, AKP Rais Muin, malam mengatakan pelaku Nang Cik ditangkap di rumahnya di Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, pada Selasa (06/08/2019) pagi kemarin.

AKP Rais Muin menjelaskan, usai melakukan penembakan di TI Apung Selindung, pelaku langsung kabur. Dia kemudian menyembunyikan pistol yang digunakannya di sekitar hutan Menumbing.

“Barang bukti berhasil kita temukan. Pelaku menguburkan pistolnya di sekitar hutan menumbing, setelah melakukan penembakan di tempat kejadian,” ungkap AKP Rais Muin.

Dia menambahkan, terkait kasus pengancaman menggunakan senjata api terkait hutang piutang pembelian sabu-sabu tersebut, hingga saat ini masih diselidiki.

Sebelumnya, Nang Cik sempat terlibat keributan di lokasi tambang ilegal perairan Dusun Selindung, Desa Air Putih, pada Senin lalu.

Bos tambang ilegal, yang diketahui bernama Nang Cik (31) tinggal di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Dia dilaporkan telah mengancam dua penambang Ari Sandi (20), Anton (18) warga Selapan, Provinsi Sumsel. Pengancaman tersebut terkait hutang piutang pembelian narkoba jenis sabu-sabu. Pelaku Nang Cik mengancam kedua korban dengan senjata tajam dan senjata api diduga rakitan.

Nang Cik dan adiknya datang menggunakan speed boat ke ponton TI Apung milik Mawi, di perairan Dusun Selindung.

Saat bertemu dengan Ari, Nang Cik minta pembayaran hutang pembelian sabu-sabu Rp 300.000, sambil menarik baju dan menjambaknya.

Ari pun dari ponton TI Apung langsung menuju ke pinggir pantai, untuk mengambil uang yang diminta Nang Cik.

Kemudian Nang Cik mendatangi Anton. Melihat ada Nang Cik menagih hutang, Anton pun berlari. Apalagi dikejar oleh Nang Cik sambil membawa pisau, dan menembakkan pistolnya ke udara.

Mendengar ada letusan senjata, Anton pun terjun ke laut dan berenang ke pinggir pantai.

Beruntung, Anton berhasil diselamatkan oleh pamannya, Amoi, dan dibawa ke menggunakan speed boat ke pinggir pantai. Akibat kejadian tersebut siku tangan kiri anton terluka terkena pinggiran ponton TI apung. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan