oleh

Nelayan Ini Kedapatan Bawa Bahan Peledak

 13 total views

Diduga Akan Digunakan Untuk Mengebom Ikan

PANGKALPINANG — Kapolda Bangka Belitung melalui Kabid Humas AKBP Maladi menuturkan, Rusli (51), diamankan personil Direktorat Polisi Perairan Dan Udara Kepolisian Daerah Bangka Belitung disekitar perairan laut Belitung Timur, pada Jum’at (12/07/2019) lalu.

Nelayan yang berlamat  di Kelurahan Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur itu diamankan Anggota KP.XXVIII –2001 Dit Polairud Polda Babel, lantaran kedapatan membawa bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk menangkap ikan di laut.

Sebagaimana diketahui, bahwa pemerintah melarang penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak atau bom ikan, karena dapat merusak terumbu karang.

Kasubdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Babel, AKBP Nuryono menambahkan, Rusli diamankan pada Jum’at (12/07/2019) sekira pukul 13.15 WIB. Saat itu Anggota KP XXVIII –2001 Dit Polairud Polda Babel melaksanakan patroli rutin di perairan laut Manggar, menemukan satu unit kapal motor tanpa nama dengan titik koordinat 02º 50’ 807” S – 108º 17’ 408” T, yang sedang berlayar untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan.

Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan bahan baku peledak atau bom yang diduga akan digunakan untuk menangkap ikan dengan cara mengebom. Barang bukti yang ada di kapal motor tanpa nama itu lalu digiring ke Pangkalan Sandar di Manggar, beserta nakhoda dan ABK.

Masih kata AKBP Nuryono, anggota KP XXVIII – 2001 Dit Polairud Polda Babel membawa Nahkoda dan ABK beserta barang bukti untuk diserahkan ke Kantor Direktorat Polairud Polda Babel. Sabtu (13/07/2019) siang, tersangka berikut barang bukti diserahkan kepada penyidik Subdit Gakkum guna proses lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit KM TANPA NAMA, delapan botol berwarna hitam ukuran kecil, empat botol berwarna hitam ukuran besar, 29 kotak korek api, 10 buah Busa/Gabus Penutup Botol, satu gulung Amplas, empat Kilogram Bubuk diduga Bahan Baku Bom, satu Jerigen yang berisikan ± 5 Liter BBM jenis Solar, dan satu buah ember.

Tersangka Rusli dijerat Pasal 84 ayat (2) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan, dengan ancaman hukum penjara sepuluh tahun dan pidana denda satu milyar dua ratus juta rupiah, Juncto Pasal 53 KUHPidana, atau Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara setinggi-tingginya dua puluh tahun. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed