oleh

ODP Dan OTG Di Kabupaten Bangka Bertambah

BANGKA — Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka, melalui Boy Yandra selaku Juru Bicara, mengakui jumlah Orang Dalam Pengawasan atau ODP di Kabupaten Bangka, bertambah.

“ODP kita nambah, kan ada yang terbaru itu jam 5 sore tadi, yang sudah selesai (masa pemantauan) banyak juga,” ungkap Boy Yandra, Rabu (08/04/2020) malam.

Menurut data yang diterima redaksi, di Kabupaten Bangka jumlah ODP per hari Rabu (08/04/2020), sebanyak 143 orang, ODP selesai pemantauan sebanyak 79 orang. Bila dikalkulasikan 143 dikurangi 79, maka hanya ada 64 ODP.

“Jadi semakin bagus kita itu sebenarnya. Jadi ODP ini begini, intinya bisa saja selama pemantauan mungkin ada yang panas, ada yang batuk, tapi tidak (terinfeksi) Covid, bukan. Dia biasa aja, mungkin pengaruh cuaca, kan? Kemudian hasil Lab itu kemarin 4, yang satu sudah keluar (hasilnya) negatif. Hanya tinggal 3 lagi, kita berharap yang 3 ini negatif juga,” jelasnya.

Boy Yandra juga membenarkan adanya penambahan jumlah Orang Tanpa Gejala atau OTG. Menurutnya, tim gugus tugas baru menemukan 2 orang lagi yang diduga satu pesawat dengan PDP Positif Covid-19 asal Bangka Selatan yang meninggal dunia belum lama ini.

“OTG nambah 2, yang satu pesawat (dengan PDP positif Covid-19 pada tanggal 18 Maret lalu) baru ketemu lagi,” ujarnya.

Data sementara dari Boy Yandra, ODP 143, ODP selesai pemantauan 79, PDP 5, OTG 11, dalam proses uji Lab 3, pasien negatif 3, pasien positif 0, dan pasien sembuh 0.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RumahSakit Umum Depati bahrin Sungailiat, dokter Yogi, mengatakan pasien dalam pemantauan yang dirawat di RSU Depati Bahrin baru 2 orang, termasuk yang datang hari ini.

“Pasien PDP baru 2 orang, dengan hari ini ada satu, statusnya PDP. Dari yang pertama itu hasil Swabnya negatif. Kalau yang masuk hari ini tadi, hasil Rapid Testnya negative. Tapi yang ini Swabnya baru kita periksa, belum ada hasil. Kalau yang pertama dulu sudah ada, (hasilnya) negatif,” terang dokter Yogi, Rabu malam.

“Jadi ada namanya Rapid Test, ada namanya Swab Tenggorokan. Rapid Test itu ketika kita periksa, (hasilnya) langsung ketahuan. Tapi yang pastinya, yang Swab Tenggorokan itu. Nah itu perlu waktu 4-5 hari biasanya,” imbuhnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan