HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Oknum CPNS Babar Pakai Antigen Diduga Palsu

×

Oknum CPNS Babar Pakai Antigen Diduga Palsu

Sebarkan artikel ini

* Catut Nama Dokter RSUD SS

BANGKA BARAT — Seorang oknum CPNS Bangka Barat berinisial HP ( 32 ) ditahan Tim Satgas Angla Pelabuhan Tanjung Kalian karena diduga menggunakan dokumen rapid antigen palsu, Rabu ( 7/7 ) siang.

HP berniat hendak menyeberang ke Palembang dari Pelabuhan Tanjung Kalian.

Dokumen rapid antigen yang diduga palsu tersebut terendus petugas karena melihat kop surat mencatut nama RSUD Sejiran Setason yang sudah buram dan ditandatangani salah satu dokternya yang bernama Maria.

Menurut pengakuan HP, si oknum CPNS, dirinya mendapatkan rapid antigen tersebut secara gratis. Karena rapidnya palsu, ia diminta test rapid ulang.

” Mau pulang ke Palembang, rapidnya palsu. Sudah rapid ulang tadi, orang yang bikin. Di RSUD, nggak bayar,” ujar HP.

dr. Maria, salah seorang dokter RSUD Sejiran Setason yang namanya dicatut mengatakan, dirinya tidak pernah mengeluarkan surat rapid antigen palsu tersebut. Dia membenarkan, namanya dicatut oleh oknum pembuat surat.

” Iya benar nama yang tercantum dalam surat itu nama saya, soal langkah ke depan yang saya akan ambil belum tahu, karena saya masih ingin berkonsultasi dengan pihak manajemen RSUD Sejiran Setason,” kata dr. Maria.

Di lain pihak, Sekretaris Satgas Penanganan Covid – 19, Sidarta Gautama mengatakan, oknum CPNS tersebut ketahuan menggunakan rapid antigen diduga palsu karena kejelian petugas Angla.

” Yang bersangkutan akan melakukan perjalanan nyeberang ke Palembang dan menggunakan rapid palsu dengan kop RSUD kita, karena ketelitian dari petugas kita di Pelabuhan, akhirnya di ketahui rapid tersebut palsu dan juga telah di konfirmasi ke pihak RSUD kita yang membenarkan rapid itu di palsukan,” kata Darta.

” Untuk tindakan selanjutnya, masih sedang kita dalami bersama tim, karena dalam tim kita semua terlibat, ada unsur TNI/Polri dan Otoritas Pelabuhan serta Satpol PP, jadi sedang kita dalami dulu permasalahannya nanti akan kita info kau sudah jelas kelanjutan kasusnya,” sambungnya.

Pantauan awak media, HP masih diamankan di Pos AL Muntok di Kelurahan Tanjung hingga malam. ( SK )

READ  Kedapatan Merokok di Lingkungan Kantor, 10 Pegawai Babar Didenda Rp. 50.000