HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Oknum Kasi Hukum ATR/BPN Bateng Ditahan Tim Penyidik Pidsus Kejati Babel

×

Oknum Kasi Hukum ATR/BPN Bateng Ditahan Tim Penyidik Pidsus Kejati Babel

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Oknum Kepala Seksi Hubungan Hukum ATR/BPN Kabupaten Bangka Tengah, JA ditahan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung, Kamis ( 27/5/ ) malam.

JA diduga telah melakukan persekongkolan dengan Sugiarto alias Aloy dalam hal menerbitkan sertifikat hak milik dari setiap agunan yang dimohonkan oleh Aloy.

Dalam hal ini, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel, Ketut Winawa, S.H., M.H., mengungkapkan, terkait dengan tindak pidana korupsi pada Bank BRI Cabang Pangkalpinang, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap JA sesuai dengan surat perintah penahanan dengan nomor PRINT Р133/L.9/Fd.1/05/2021 tanggal 27 Mei 2021.

Tersangka didakwa dengan Primair Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

” Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi¬† jo Pasal 55 ayat (1) ke KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP,” sambung Ketut Winawa.

Ketika ditanya apakah kasus tersebut masuk dalam kategori gratifikasi, ia menjelaskan untuk sementara JA didakwa dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang – Undang Korupsi.

Ketut menambahkan, yang bersangkutan diduga menerima uang dari Aloy di kisaran Rp. 500 juta. JA pun langsung digiring ke Polda Babel.

Sementara itu, Rafiqkhan Ilahi selaku Penasehat Hukum dari tersangka JA merasa keberatan atas dakwaan yang disampaikan oleh Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Babel terhadap kliennya.

Hal yang menjadi keberatan mereka yakni JA didakwa Pasal 2 dan 3 Undang – Undang Korupsi. Menurut dia, kliennya tidak berhubungan langsung dengan pihak bank, tapi hanya melalui pihak Aloy dan Gemara.

” Sementara klien kami ini kan dari BPN, tidak berhubungan langsung dengan pihak bank. Disitu kan ada pasal 5 tentang suap, kecuali klien kami ini langsung berhubungan dengan pihak bank dan pihak bank ini BUMN berhubungan dengan pusat, itu bisa jadi,” ucapnya.

” Cuma nanti di persidangan, kami fokus uang itu yang diterima klien kami ini, apakah bagian dari Pph dan Pajak?Apakah itu sifatnya memberi dan diberi? Kalau untuk berapa totalnya itu belum jelas berapanya,” imbuh dia.

Saat ini kata Rafiqkhan, pihaknya
akan menunggu dan melihat keterangan dari para saksi di persidangan nanti.

” Yang jelas kami menunggu persidangan, kita lihat di persidangan, kita tunggu dari keterangan saksi-saksi. Kalau harapan kami ya bisa bebas la itu,” pungkasnya. ( Iqbal )

READ  Beritanya Viral, Personil Gabungan Datangi Perairan Tembelok