oleh

Parkir di Pasar Ikan Muntok Akan Terapkan Sistem Portal Sekali Bayar

BANGKA BARAT — Sistem parkir di area Pasar Ikan Muntok akan dirubah dengan pola baru. Uji coba penerapannya akan dilakukan selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 Juni 2021.

Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Bangka Barat selaku leading sektornya akan menerapkan sistem portal, dimana pengunjung pasar yang membawa kendaraan hanya membayar uang parkir kepada petugas di pintu masuk.

” Disebut sistem portal, sebenarnya bukan portal. Portal itu kita sendiri yang jadi tim. Terus bukan seperti portal yang semestinya karena kondisi portalnya sekarang masih rusak,” jelas Kabid Perhubungan, Juswardi di ruang kerjanya, Kamis ( 10/6 ).

Dijelaskan Juswardi, para pengunjung Pasar Ikan Muntok hanya membayar satu kali saja di pintu masuk. Setelah itu mereka bebas berpindah – pindah tempat saat berbelanja tanpa khawatir dipungut lagi oleh juru parkir yang ada di dalam area pasar.

” Karena keluhan dari ibu-ibu pengguna pasar atau pembeli sudah masuk ke Bupati dan Wakil Bupati, alangkah ribetnya ke pasar, dari sini bayar parkir di geser sedikit bayar, apalagi terkait masalah karcis, ada yang tanpa karcis, macam – macam lah,” tukasnya.

Disperkimhub terang dia akan menyiapkan 8 orang petugas, dimana 4 orang akan berjaga di pintu masuk utama Pasar Ikan dan 4 lainnya akan berjaga di pintu masuk dari Kampung Teluk Rubiah. Para petugas akan dilengkapi dengan karcis parkir.

” Tarifnya untuk motor Rp.1.000 sesuai dengan Perda dan Perbup-nya, untuk roda empat atau mobil Rp. 2.000. Masuk dari dua pintu itu, tapi karcis sudah kita pegang,” katanya.

Menurut dia, selain untuk penertiban, pola baru ini juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ). Hal ini sudah dirapatkan Disperkimhub dengan Bupati dan Wakil Bupati tanggal 26 Mei 2021. Bupati meminta di tahun 2022 mendatang, semua target pendapatan yang ada di Pemda Bangka Barat akan dinaikkan.

” Makanya kami coba dengan sistem itu dengan sekali masuk, sekali bayar. Pengen coba berapa sih PAD yang dihasilkan dalam satu hari kalau dibandingkan dengan jukir yang mungut,” tandas Juswardi. ( SK )

News Feed