oleh

Pelatih Tim Simpang Teritip Kembalikan Medalinya Kepada KONI, Ini Alasannya

BANGKA BARAT — Pelatih kesebelasan Kecamatan Simpang Teritip, Sutiarto alias Pak To mendatangi Sekretariat KONI Bangka Barat, di Jalan Jendral Sudirman, Muntok, Kamis ( 7/10 ).

Kedatangan Pak To ke Kantor KONI guna mengembalikan medali emas yang diraih tim sepakbolanya pada perhelatan Porkab ke – III Bangka Barat.

Menurut Pak To, alasan ia mengembalikan medali tersebut dipicu rasa kecewa, karena pemain dari tim yang tidak juara dan tidak masuk semifinal pada kompetisi di Porkab, malah lebih banyak masuk ke dalam list seleksi pemain, sementara dari tim Simpang Teritip yang terpilih hanya 7 orang.

” Saya bukan ingin banyak pemain yang terpilih itu dari Simter, permasalahan saya sebenarnya adalah kalau Simter itu juara, kenapa tim yang tidak masuk semi final yang tidak juara, malah pemainnya yang masuk lebih banyak dari Simter? itu masalahnya,” tukas Pak To saat dikonfirmasi.

Menurut Pak To, karena sudah ada tim talent scouting, seharusnya yang dipilih adalah pemain yang berkualitas. Namun masalah tersebut kata dia sudah selesai. Ia berharap bila memang list pemain belum fix, nantinya akan ada seleksi terbuka, apalagi bila pelatihnya nanti Lapril AS yang sudah pernah menangani PS Bangka.

” Jadi kredibilitas sebagai pelatih diuji disitulah, ketika dalam memilih pemain di setiap kecamatan,” ujarnya.

Di lain pihak, Ketua KONI Bangka Barat, H. Muhammad Amin mengatakan, 45 pemain untuk Porprov yang ada di list masih belum final dan bersifaf tidak mengunci. Karena itu Amin mengiyakan usulan Pak To untuk memasukkan pemain Simpang Teritip ke dalam list.

Amin mengatakan, sebelumnya sudah ada 7 pemain Simpang Teritip yang masuk ke dalam list, namun menurut Pak To, masih ada pemain lain yang pantas untuk dimasukkan lagi.

” Untuk Training Centre ( Tim Porprov Bangka Barat ) saya dapat laporan itu 7. Mereka mengusulkan jadi 9, nanti kita ajukan dulu ke coach-nya yang akan kita tunjuk sebagai pelatih nanti, terus ke ASKAB juga seperti apa nanti, jadi kita tidak sembarangan,” jelas Amin.

Amin mengaku kurang paham kenapa Pak To mengembalikan medalinya. Namun ia berharap masalah itu tidak berlarut – larut.

” Harapan saya, jangan dalam masalah ini diperkeruh, sayang atlet kita anak-anaknya kita. Mudah – mudahan tidak terpancing dengan psikologi atau mental pemain,” harap Amin. ( SK )

News Feed