oleh

Pembangunan SMA Negeri 2 Sungailiat Sangat Penting

PANGKALPINANG — Kurangnya jumlah ruang kelas dan Sekolah Menengah Atas Negeri di Sungailiat, Kabupaten Bangka, mengakibatkan banyak lulusan SMP yang tidak tertampung untuk masuk ke SMA Negeri.

Hal itu mendapat perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tak hanya itu, persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru dengan sistem zonasi juga turut jadi sorotan para wakil rakyat tersebut.

Menyikapi hal tersebut, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengambil langkah cepat, dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat Lintas Komisi bersama mitra terkait, di Ruang Banmus DPRD Babel, Kamis (16/9).

“Dilaksanakannya RDP ini berawal dari kepedulian Anggota DPRD terhadap masukan dan keluhan dari orang tua/wali murid, timbul masalah ini biasanya pada PPDB setiap tahunnya,” ungkap Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi.

Menanggapi persoalan PPDB itu, lanjut Herman Suhadi, pihaknya akan mempelajari permasalahan tersebut dengan langsung turun ke sejumlah daerah se Bangka Belitung.

Menurutnya, ketersedian ruang belajar maupun daya tampung lulusan SMP ke jenjang SMA di kabupaten Belitung dan Belitung Timur, masih mencukupi dan tidak sekrusial di Pulau Bangka.

“Tetapi beberapa daerah seperti di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, sangat banyak menerima aspirasi dan keluhan orang tua terkait PPDB ini, sehingga kita melaksanakan RDP ini,” imbuhnya.

Herman Suhadi mengakui, di Kabupaten Bangka, khususnya Sungailiat, hanya memiliki satu SMA Negeri dan SMK Negeri. Sehingga, penambahan SMA Negeri di wilayah tersebut sangat penting, untuk menampung lulusan SMP ke SMA akan teratasi.

“Di tahun 2022, saya mengusulkan untuk membangun SMA Negeri 2 Sungailiat. Karena kami memutuskan itu sebuah solusi terbaik, dan untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk kedepan,” bebernya.

Herman Suhadi berharap Pemerintah Provinsi dapat segera menyikapi hal tersebut. Ia juga menyarankan, agar kualitas baik sarana dan prasana, maupun mutu pendidikan di sekolah -sekolah yang ada di Bangka Belitung untuk terus ditingkatkan.

” Mohon kepada Bappeda, Diknas untuk mempelajari itu. Apakah itu sesuai dengan kebutuhannya, dalam artian prioritas?,” demikian Herman Suhadi. (*)

Sumber : Publikasi Setwan

News Feed