Pembunuh Andre Diberikan Timah Panas

HEADLINE333 Dilihat

BANGKA — Unit Buru Sergap Polres Bangka bersama Polsek Pemali bergerak cepat memburu pelaku pembunuh Andrew Zulkar Hakim (41), warga Sei Ilir Timur II Palembang, yang berdomisili di Dusun Air Simpur, Desa Pemali, Kabupaten Bangka.

Penjaga malam di tempat wisata Pemandian Air Panas Pemali itu ditemukan warga tewas bersimbah darah di pinggir jalan raya Sungailiat – Muntok, tepatnya di depan Masjid Al Bina Desa Sempan, Sabtu (11/05/2019) sekira pukul 21:30 WIB malam.

Anto Iwan (25), yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan tersebut, berhasil ditangkap polisi di sebuah warung di Desa Mayang, Kecamatan SImpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, selang beberapa jam usai kejadian.

Anto Iwan berasal dari Desa Kota Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Lampung. Karyawan rumah makan itu berdomisili di Dusun Sunghing, Desa Dwi Makmur, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Kapolres Bangka melalui Kabag Ops Kompol Syarif Sophian menuturkan, sekira pukul 20:00 WIB, Anto Iwan bertamu ke rumah Za di Desa Sempan. Di sana Dia bertemu Andre.

Andre menanyakan maksud dan tujuan Anto datang ke rumah Za, namun dengan nada yang tidak senang lantaran cemburu. Kemudian Za mempersilahkan Anto masuk, dan sempat terjadi percakapan antara Za, Anto, dan Andre. Namun tidak berapa lama kemudian, Anto pamit pulang.

Sekira pukul 21:00 WIB, Andre juga pamit pulang dari rumah Za. Sampai di depan Masjid Al Bina Desa Sempan, Andre bertemu dengan Anto. Terjadilah cek – cok mulut dan perkelahian (satu lawan satu). Diduga karena terdesak, Anto menggunakan pisau yang ada di jaketnya, sehingga Andre mengalami luka tusuk di sekujur tubuhnya, dan tergeletak bersimbah darah. Melihat lawannya roboh, lalu Anto melarikan diri.

Korban sempat berteriak meminta tolong kepada warga yang rumahnya tidak terlalu jauh dari TKP, namun tidak ada yang menolong.

Sekira pukul 21:30 WIB, Andre ditemukan oleh dua orang warga yang kebetulan melintas di TKP, karena hendak pulang ke Desa Pemali dari Desa Sempan, lalu warga tersebut menghubungi pihak kepolisian.

Sekira pukul 21:45 WIB, petugas kepolisian sampai di TKP, dan melihat Andre sudah tidak bernyawa. Petugas lalu melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Jasad Andre dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan Visum Et Ravertum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, Andre mengalami luka tusuk benda tajam di bagian leher, bahu tangan sebelah kiri, punggung belakang, punggung samping kanan, di bagian pinggang, serta di bagian kaki.

Setelah mengetahui kejadian pembunuhan tersebut, tim gabungan dari Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam Polres Bangka, serta Unit Opsnal Polsek Pemali, yang dipimpin Kapolsek Pemali IPDA Meidy, segera bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku. Setelah diperoleh identitas pelaku, tim gabungan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang hendak kabur ke arah Kabupaten Bangka Barat.

Sekira pukul 04:15 WIB, Anto Iwan (terduga pelaku) berhasil ditangkap di salah satu warung di pinggir jalan raya Pangkalpinang-Muntok, tepatnya di Desa Mayang, Kecamatan Simpang Teritip.

Pada saat hendak ditangkap, Anto sempat menyangkal dan melawan petugas. Dia juga berupaya hendak melarikan diri. Tak ingin buruanna lepas, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur, dengan menembak kaki sebelah kanan pelaku. Setelah dilumpuhkan dengan timah panas, barulah Anto dapat diamankan. Dia lalu dibawa ke Polsek Pemali untuk diproses lebih lanjut.

Dari tangan pelaku petugas juga mengamankan barang bukti dari pelaku antara lain sepeda motor merk Honda Revo warna hitam tanpa nomor polisi, baju dan celana pelaku yang masih terdapat noda darah korban, dan pisau yang masih terdapat bercak darah yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Atas perbuatannya menghilangkan nyawa korban, Anto Iwan dijerat Pasal 340 KUHPidana, Subsidair Pasal 338 KUHPidana, Subsidair 351 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. (Red)

Tinggalkan Balasan