oleh

Pemilik Bengkel Las Meringkuk Di Rutan Polsek Pemali

BANGKA — Polsek Pemali mengamankan Yd (28), pemilik bengkel las di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Yd diamankan Tim Reskrim Dan Intel Polsek Pemali, pada Selasa (10/03/2020).

Pemilik bengkel itu diamankan polisi, setelah dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Kapolsek Pemali IPTU A.F Pulungan, seizin Kapolres Bangka menuturkan, kejadian bermula ketika korban Gl (16), pelajar SMP di Sungailiat itu datang meminta pekerjaan kepada terlapor, untuk mencari penghasilan tambahan. Korbanpun diterima membantu pekerjaan terlapor di bengkel miliknya, Sabtu (22/02/2020).

Pada hari Sabtu malam sekira pukul 20.00 WIB, korban datang ke rumah terlapor untuk meminta upah hasil kerja selama tadi siang. Kemudian terlapor memberikan upah kepada korban sebesar Rp. 20.000. Merasa upahnya kurang, korban meminta upahnya ditambah. Diduga terlapor tidak senang, kemudian melakukan kekerasan terhadap korban.

Menurut keterangan korban kepada penyidik, terlapor memukul korban pada bagian kepala belakang menggunakan tangan kosong secara berulang kali. Terlapor juga menendang korban pada bagian punggung sebelah kanan secara berulang kali, dan melempar korban menggunakan kursi besi mengenai bagian punggung, kemudian korban melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sakit bagian kepala belakang, sakit pada punggung sebelah kanan, dan luka memar pada bagian punggung.

Hl (37), ibu korban, tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pemali, pada Minggu (23/02/2020) siang.

Berbeda dengan keterangan korban, Yd (terlapor) membantah telah melakukan kekerasan terhadap korban. Dihadapan penyidik, Yd mengaku hanya mendorong korban.

Tetapi penyidik Polsek Pemali tidak percaya begitu saja. Selain keterangan korban, juga diperkuat dengan bukti Visum et Rapertum dari dokter Rumah Sakit Umum Daerah Depati Bahrin Sungailiat, sehingga penyidik yakin telah terjadi kekerasan terhadap korban yang masih duduk di bangku SMP tersebut.

Yd kini sudah diamankan di Ruang Tahanan Polsek Pemali. Dia dijerat Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun, atau paling lama 15 tahun

IPTU A.F Pulungan menambahkan, keterangan yang diperoleh dari kedua belah pihak, bahwa korban yang datang kepada terlapor minta pekerjaan. Menurut keterangan pelaku, korban kerja cuma sedikit, tapi mau minta (upah) banyak.

“Iya, korban yang datang minta pekerjaan. Korban ini masih sekolah, nyari tambahan (penghasilan) aja. (Diduga) kerja cuma sedikit, tapi mau minta (upah) banyak,” bebernya.

Disinggung apakah antara korban dengan terlapor masih ada hubungan keluarga? IPTU A.F Pulungan menduga kedua belah pihak tidak ada hubungan keluarga.

“Kalau tidak salah, nggak ada (hubungan keluarga),” tukasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed