oleh

Pemilu Serentak Di Babel Berjalan Lancar

 17 total views

Davitri
Ketua KPU Provinsi Bangka Belitung
  • Partisipasi Pemilih Diatas Target

PANGKALPINANG — Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bangka Belitung, Davitri, mengatakan secara umum Pemilu Serentak 2019 di Babel berjalan sukses dan lancar. Bahkan ada di salah satu kecamatan, yang tingkat partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya diatas 90 persen.

“Pemilu Serentak 2019 yang dilaksanakan tanggal 17 April 2019 kemarin, secara umum berjalan dengan lancar dan masih sesuai peraturan – peraturan yang berlaku. Di sejumlah daerah tujuh kabupaten / kota ini, kita melihat partisipasi dan antusiasme masyarakat untuk memilih begitu tinggi. Dan ada di salah satu kecamatan yang kita dapatkan informasi, itu partisipasi masyarakat diatas 90 persen. Nah, ini dari sisi partisipasi, kami melihat memang Pemilu 2019 sukses dan sangat menggembirakan ditengah – tengah masyarakat,” ungkap Davitri di ruang kerjanya, Sabtu (20/04/2019) petang.

Dikatakannya, berdasarkan hasil monitoring tim pemantau TPS, partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya melampaui target KPU, yaitu 77,5 persen.

“Iya, partisipasi pemilih diatas target kita. Target kita adalah 77,5 persen. Tapi dari pantauan TPS tim kita yang melakukan monitoring di kabupaten / kota, itu rata-rata diatas 77,5 persen. Kami yakin partispasi (pemilih) itu diatas 77,5 persen yang kami targetkan,” kata Dia.

Masih kata Davitri, dalam proses pelaksanaan di TPS, baik pemungutan maupun penghitungan suara, itu juga berjalan dengan lancar, tidak ada proses pemungutan dan penghitungan yang ditunda atau dihentikan.

“Jadi semua proses itu, sebagaimana yang kita ketahui, TPS dibuka jam 07:00 WIB oleh petugas KPPS, sampai selesai proses pendaftaran pemungutan pukul 13:00 WIB. Dilanjutkan dengan proses penghitungan sampai dengan pukul 12:00 WIB keseokan harinya tanggal 18 April 2019. Dan kita juga berterimakasih dengan rekan-rekan KPPS yang telah bekerja secara professional dan penuh integritas di TPS masing-masing. Dari jumlah TPS yang ada, 3803 TPS ini kami kira petugas PPS kita bekerja dengan baik, dan tidak ada kita melihat pelanggaran-pelanggaran masif yang dilakukan oleh petugas KPPS kita,” terangnya.

  • Banyak Pemilih Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya

Namun demikian, dibalik kesuksesan pelaksanaan Pemilu Serentak tersebut, pihaknya tidak menutup-nutupi adanya persoalan dilapangan. Di antaranya adalah, adanya informasi dan keluhan dari masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Dari kesuksesan pelaksanaan Pemilu yang kami nilai itu, kita tidak tutup mata juga, ada hal-hal yang kemudian disampaikan kepada kita, yang disampaikan kepada publik, ada misalnya orang-orang yang kemarin tidak bisa menggunakan hak pilihnya di beberapa TPS yang ada di Provinsi Bangka Belitung, terutama di Pangkalpinang dan di Kabupaten Bangka,” jelasnya.

Terkait ini, menurut Davitri, sebenarnya bukan kondisi surat suaranya kurang, tetapi memang itu ada orang-orang yang memiliki KTP Elektronik tidak terdaftar dalam DPT, namun datang ke TPS untuk mencoblos.

“Karena undang-undang mengatakan, itu hanya dua persen disediakan (surat suara untuk pemilih pakai KTP elektronik). Jadi surat suara itu yang dicetak oleh KPU, kemudian kami distribusikan ke kabupaten / kota, itu hanya dua persen DPT + 2 persen. Sementara proses pemungutan kemarin, masyarakat yang punya KTP-El ini begitu banyak, lebih dari dua persen. Sebenarnya kita sudah arahkan untuk memilih di seluruh TPS yang ada di Kelurahan dan Desa, sesuai dengan alamat KTP Elektroniknya,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Davitri, pihaknya akan menginventarisir masalah-masalah yang terjadi, untuk dijadikan bahan evaluasi pelaksanaan pemilu kedepan.

“Iya, kita akan buat daftar inventaris masalah-masalah yang ada di daerah, dan ini tentu akan menjadi masukan-masukan ke depannya, pada evaluasi Pemilu kedepan,” ujarnya.

  • Ada Potensi Pemilihan Suara Ulang

Selanjutnya, pihaknya sedang menunggu keputusan dari beberapa KPU Kabupaten/Kota, karena ada potensi pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah TPS. Hal itu lantaran ada orang punya KTP-El dari luar (daerah) yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTB, kemudian milih di TPS yang berpotensi PSU tersebut.

“Tapi kita masih minta data, tadi sudah disampaikan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk mengkroschek itu di TPS yang disampaikan kepada kita laporan-laporannya secara lisan via telfon dan WhatsApps ke kita. Malam ini kita tunggu keputusannya. Karena dalam proses PSU ini, apabila ada bukti atau hasil dari pengawas TPS, apabila terjadi empat hal, salah satunya apabila orang yang tidak punya KTP Elektronik, tidak terdaftar dalam DPT, tidak terdaftar dalam DPTB, lalu memilih di salah satu TPS, maka itu bisa dilakukan pemungutan suara ulang,” jelasnya panjang lebar.

Dijelaskannya, setelah dikonfirmasi, ternyata orang-orang yang mencoblos dan jadi permasalahan itu merupakan warga dari luar Babel, punya KTP Elektronik, namun tidak terdaftar dalam DPT dan DPTB.

“Kemarin kita tanyakan, orang-orang ini punya KTP Elektronik, tetapi orang luar (Babel), Dia tidak terdaftar dalam DPT dan DPTB. Ini kita tunggu kajian dari kawan-kawan KPU Kabupten/Kota, memang kita tidak menutup-nutupi ada dua kabupaten yang sudah dihimbau oleh Panwascam untuk melakukan PSU. Ada satu TPS di Kecamatan Tempilang (Bangka Barat), kemudian ada dua TPS di Kabupaten Belitung Timur, dan ada satu TPS di Kota Pangkalpinang. Nah, ini yang sudah ada himbauan. Tapi himbauan itu kami peru kaji lebih dalam oleh kawan-kawan KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan penetapan,” jelas Davitri.

  • Tidak Ada WNA Yang Mencoblos

Terkait isu tentang adanya WNA yang terdaftar dalam DPT, Davitri memastikan WNA tersebut tidak ikut memilih, lantaran sudah dicoret dari DPT.
“Tidak ada (WNA mencoblos). Karena memang yang diturunkan kepada kita ada satu orang, dan itu sudah kita klarifikasi, orang itu memang dari luar, dan kita coret yang ada di Sungailiat,” tukasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed