oleh

Pemkab Bateng Belajar Industri Wisata Ke Bali

 30 total views

DENPASAR — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mempelajari konsep industri pariwisata Kota Denpasar, Hal itu dilakukan dalam rangka membangun perekonomian kerakyatan seperti yang programkan oleh Bupati Bangka Tengah H Ibnu Saleh dari sektor kepariwisataan daerah.

“Kami mempelajari industri pariwisata Bali karena dalam industri ini Bali jauh lebih maju dan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing,Hal itu tidak bisa dipungkiri lagi kalau dari sektor pariwisata banyak menyumbang pendapatan yang cukup besar dalam menggeliatkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut,” ujar Yardiansyah, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bangka Tengah, di Denpasar, Jumat (15/02/2019) lalu

Masih kata Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bangka Tengah, kegiatan studi banding di Pemerintah Kota Denpasar, Provinsi Bali, timnya turut mengajak beberapa awak Media

“Studi banding kali ini kami membawa beberapa rekan – rekan media, karena menurut kami mereka memiliki peran yang cukup besar dalam memajukan industri kepariwisataan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakannya, Media Massa memiliki peran yang cukup strategis dalam mengemas pemberitaan yang positif terkait dengan industri pariwisata.

“Dari media Masyarakat mendapatkan Informasi, kalau ada infomasi yang salah tentu dapat menciptakan rasa ketidaknyamanan dari para wisatawan, sehingga mereka tidak betah berlama – lama, maka dukungan media sangat penting,” tuturnya.

Sementara itu Kabid Pengembangan dan Sumber Daya Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Wayan Hendaryana menambahkan pengembangan pariwisata Denpasar lebih fokus kepada sungai, pure (pura) dan pantai.

“Potensi daerah terbatas, maka industri pariwisata satu – satunya andalan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Denpasar terus berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan potensi kepariwisataan serta menciptakan destinasi – destinasi wisata.

“Sekarang pola pengembangan pariwisata lebih berbasis lokal dan budaya lokal, kami tidak hanya fokus menarik wisatawan mancanegara tetapi lebih fokus wisatawan lokal,” ucapnya.

Ia menambahkan konsep pengembangan pariwisata juga berbasis pemberdayaan masyarakat lokal, bersama – sama masyarakat membangun dan mengelola kawasan wisata.

“Peran masyarakat lokal dalam mengembangkan kawasan wisata sangat menentukan,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed